10 Jutsu Terkuat dengan Kelemahan Terbesar di Naruto
Minggu, 21 Agustus 2022 - 06:25 WIB
Karena stimulasi divisi sel yang dipaksakan jutsu ini, rentang hidup penggunanya pun jadi diperpendek secara signifikan ketika jutsu ini digunakan. Jutsu ini memang bisa menyembuhkan kerusakan dan mencegah kematian penggunanya. Tapi, jutsu ini terus menyerap hidup mereka yang memaksa penggunanya jadi menua lebih cepat.
Foto: Naruto Fanon Wiki – Fandom
Sage Mode membuat shinobi memanen energi alam dan menambahkannya ke chakra mereka untuk meningkatkan kekuatannya. Itu memberinya berbagai teknik baru sementara mendayai jutsu yang sudah ada. Sage Mode pertama kali terlihat ketika Jiraiya melawan Pain.
Metode mempelajari Sage Mode meninggalkan banyak hal yang tidak menyenangkan. Melatih jurus ini termasuk tetap diam selama berkonsentrasi terhadap energi sendiri. Mempelajari keseimbangan energi alam, fisik, dan spiritual itu penting. Mengambil banyak chakra alamiah akan menyebabkan seorang yang sedang berlatih berubah menjadi binatang selamanya. Mereka akan kehilangan kemanusiaan dan tekad mereka.
Foto: Narutopedia
Teknik Kishou Tensei ini dikembangkan Lady Chiyo dari Sunagakure. Jutsu ini mewajibkan penggunanya untuk menggunakan chakra untuk mengeluarkan energi kehidupan ke mayat. Saat digunakan, chakra pengguna ini menyala dengan warna biru cerah. Tapi, cahaya itu kemudian hilang setelah jutsu itu selesai. Jiwa orang yang sudah mati itu kemudian kembali dan dia pun hidup lagi.
Jutsu ini dianggap dilarang karena efek samping pada penggunanya. Karena teknik ini harus memasukkan energi kehidupan ke mayat, energi kehidupan penggunanya pun terserap. Ini membuat mereka mati sebagai pengganti target mereka. Setelah Chiyo mati karena menghidupkan lagi Kazekage Kelima, pengetahuan atas teknik ini pun hilang selamanya.
Foto: Narutopedia
Naruto mengembangkan Ranseshuriken setelah mempelajari Fuuton. Dengan memanfaatkan klona bayangan, satu berisi chakra dan lainnya menambahkan angin, Naruto membuat Rasengan raksasa dengan bentuk shuriken. Itu bisa dilempar dan dipandu menuju sasarannya di udara yang menyebabkan vortex besar yang meledak.
Vortex ini terdiri atas banyak bilah angin mikroskopik, yang bisa menembus musuh hingga level sel. Bilah ini mencabik-cabik sel mereka, yang benar-benar memotong jaringan chakra mereka sebelum membunuh mereka. Karena jarak penggunanya dekat selama formasi Rasenshuriken, mereka juga akan terluka karena jutsu itu. Karena lukanya tidak bisa disembuhkan dengan ninjutsu medis, Tsunade melarang penggunannya setelah kali pertama mencatat penggunaan jutsu ini.
Foto: Narutopedia
Kekkei genkai Klan Iburi ini membuat anggota mereka bisa berubah menjadi asap. Sementara dalam bentuk ini, mereka jadi rapuh terhadap kerusakan fisik. Maki Kemuri no Jutsu membuat mereka masuk tubuh musuh dan mengendalikan tindakan mereka. Taktik ini juga dipakai untuk membunuh musuh karena Klan Iburi bisa mengoksidasi sel musuh dari dalam.
7. Sage Mode
Foto: Naruto Fanon Wiki – Fandom
Sage Mode membuat shinobi memanen energi alam dan menambahkannya ke chakra mereka untuk meningkatkan kekuatannya. Itu memberinya berbagai teknik baru sementara mendayai jutsu yang sudah ada. Sage Mode pertama kali terlihat ketika Jiraiya melawan Pain.
Metode mempelajari Sage Mode meninggalkan banyak hal yang tidak menyenangkan. Melatih jurus ini termasuk tetap diam selama berkonsentrasi terhadap energi sendiri. Mempelajari keseimbangan energi alam, fisik, dan spiritual itu penting. Mengambil banyak chakra alamiah akan menyebabkan seorang yang sedang berlatih berubah menjadi binatang selamanya. Mereka akan kehilangan kemanusiaan dan tekad mereka.
6. Kishou Tensei
Foto: Narutopedia
Teknik Kishou Tensei ini dikembangkan Lady Chiyo dari Sunagakure. Jutsu ini mewajibkan penggunanya untuk menggunakan chakra untuk mengeluarkan energi kehidupan ke mayat. Saat digunakan, chakra pengguna ini menyala dengan warna biru cerah. Tapi, cahaya itu kemudian hilang setelah jutsu itu selesai. Jiwa orang yang sudah mati itu kemudian kembali dan dia pun hidup lagi.
Jutsu ini dianggap dilarang karena efek samping pada penggunanya. Karena teknik ini harus memasukkan energi kehidupan ke mayat, energi kehidupan penggunanya pun terserap. Ini membuat mereka mati sebagai pengganti target mereka. Setelah Chiyo mati karena menghidupkan lagi Kazekage Kelima, pengetahuan atas teknik ini pun hilang selamanya.
5. Rasenshuriken
Foto: Narutopedia
Naruto mengembangkan Ranseshuriken setelah mempelajari Fuuton. Dengan memanfaatkan klona bayangan, satu berisi chakra dan lainnya menambahkan angin, Naruto membuat Rasengan raksasa dengan bentuk shuriken. Itu bisa dilempar dan dipandu menuju sasarannya di udara yang menyebabkan vortex besar yang meledak.
Vortex ini terdiri atas banyak bilah angin mikroskopik, yang bisa menembus musuh hingga level sel. Bilah ini mencabik-cabik sel mereka, yang benar-benar memotong jaringan chakra mereka sebelum membunuh mereka. Karena jarak penggunanya dekat selama formasi Rasenshuriken, mereka juga akan terluka karena jutsu itu. Karena lukanya tidak bisa disembuhkan dengan ninjutsu medis, Tsunade melarang penggunannya setelah kali pertama mencatat penggunaan jutsu ini.
4. Maki Kemuri no Jutsu
Foto: Narutopedia
Kekkei genkai Klan Iburi ini membuat anggota mereka bisa berubah menjadi asap. Sementara dalam bentuk ini, mereka jadi rapuh terhadap kerusakan fisik. Maki Kemuri no Jutsu membuat mereka masuk tubuh musuh dan mengendalikan tindakan mereka. Taktik ini juga dipakai untuk membunuh musuh karena Klan Iburi bisa mengoksidasi sel musuh dari dalam.
Lihat Juga :