10 Anime Shounen yang Paling Bikin Frustrasi saat Ditonton
Selasa, 30 Agustus 2022 - 19:19 WIB
Menonton puluhan episode dan menyadari kalau sebagain besar karakter dan adegan terbaik masih banyak episode di depan itu membuat frustrasi. Belum lagi, tidak semua orang punya waktu atau kesabaran untuk itu. Yang membuat frustrasi lagi adalah tidak ada versi pendek cerita ini.
Foto: Netflix
Naruto juga merupakan anime shounen menonjol dengan banyak tawaran. Anime ini mengasyikkan ditonton saat berada di tempat terbaiknya. Tapi, Naruto juga punya banyak filler. Episode filler itu jarang membentuk busur cerita sendiri.
Secara keseluruhan,filleritu sangat merepotkan bagi penggemar shounen yang tak banyak waktu untuk menyelami Naruto. Karenamereka akan menemukan diri mereka menghabiskan separuh waktu mereka untuk filler, terutama di Shippuden. Menonton Naruto saja sudah merupakan komitmen serius. Dan, filler yang menjengkelkan itu hanya menambah buruk.
Foto: ComicBook.com
Di sisi plus, anime shounen panjang Fairy Tail menampilkan musik yang bagus, sistem pertarungan berbasis sihir yang kreatif dan banyak perjodohan romantis untuk dikhayalkan. Tapi, anehnya, serial ini sebenarnya terlalu shounen. Dan, punya banyak filler.
Fairy Tail jarang cerdas atau mendalam, bahkan ketika berpura-pura sekalipun. Plotnya tidak nyambung, karakternya terasa konvensional, dramanya canggung, dan fan service-nya berlebihan serta eksploitatif. Anime ini juga terkenal terlalu mengandalkan kekuatan persahabatan. Kadang-kadang, itu terlihat terlalu dibuat-buat.
Foto: Grit Daily
Serial ini adalah anime shounen bergaya fantasi abad pertengahan yang asyik. Manga aslinya juga cukup populer. Tapi, penggemar anime segera frustrasi dengan penurunan kualitas animasinya yang cepat. Penggemar bahkan menjulukinya sebagai The Seven Deadly Frames.
Anime ini adalah tontonan solid. Tapi, sulit menghargai fakta dengan animasi buruk dan sejumlah fan service yang dipertanyakan. Cara Meliodas memperlakukan pacarnya yang sangat good looking, Elizabeth, itu lebih dari sekadar menakutkan. Bahkan, memperbaiki kualitas animasinya pun tidak membuat masalah menjengkelkan itu hilang.
Foto: Roadtovr
Awalnya, Sword Art Online terasa seperti video game petualangan keren seabgai contoh awal genre isekai. Tidak hanya SAO bukanlah anime isekai sejati, serial ini juga bukan anime yang bagus. Penggemar dengan cepat jadi lelah dengan sifat berulang serial ini dengan Kirito menyelamatkan semua orang dengan keterampilan berpedang langsung. Kecerdasan jarang muncul di serial ini.
7. Naruto
Foto: Netflix
Naruto juga merupakan anime shounen menonjol dengan banyak tawaran. Anime ini mengasyikkan ditonton saat berada di tempat terbaiknya. Tapi, Naruto juga punya banyak filler. Episode filler itu jarang membentuk busur cerita sendiri.
Secara keseluruhan,filleritu sangat merepotkan bagi penggemar shounen yang tak banyak waktu untuk menyelami Naruto. Karenamereka akan menemukan diri mereka menghabiskan separuh waktu mereka untuk filler, terutama di Shippuden. Menonton Naruto saja sudah merupakan komitmen serius. Dan, filler yang menjengkelkan itu hanya menambah buruk.
6. Fairy Tail
Foto: ComicBook.com
Di sisi plus, anime shounen panjang Fairy Tail menampilkan musik yang bagus, sistem pertarungan berbasis sihir yang kreatif dan banyak perjodohan romantis untuk dikhayalkan. Tapi, anehnya, serial ini sebenarnya terlalu shounen. Dan, punya banyak filler.
Fairy Tail jarang cerdas atau mendalam, bahkan ketika berpura-pura sekalipun. Plotnya tidak nyambung, karakternya terasa konvensional, dramanya canggung, dan fan service-nya berlebihan serta eksploitatif. Anime ini juga terkenal terlalu mengandalkan kekuatan persahabatan. Kadang-kadang, itu terlihat terlalu dibuat-buat.
5. Seven Deadly Sins
Foto: Grit Daily
Serial ini adalah anime shounen bergaya fantasi abad pertengahan yang asyik. Manga aslinya juga cukup populer. Tapi, penggemar anime segera frustrasi dengan penurunan kualitas animasinya yang cepat. Penggemar bahkan menjulukinya sebagai The Seven Deadly Frames.
Anime ini adalah tontonan solid. Tapi, sulit menghargai fakta dengan animasi buruk dan sejumlah fan service yang dipertanyakan. Cara Meliodas memperlakukan pacarnya yang sangat good looking, Elizabeth, itu lebih dari sekadar menakutkan. Bahkan, memperbaiki kualitas animasinya pun tidak membuat masalah menjengkelkan itu hilang.
4. Sword Art Online
Foto: Roadtovr
Awalnya, Sword Art Online terasa seperti video game petualangan keren seabgai contoh awal genre isekai. Tidak hanya SAO bukanlah anime isekai sejati, serial ini juga bukan anime yang bagus. Penggemar dengan cepat jadi lelah dengan sifat berulang serial ini dengan Kirito menyelamatkan semua orang dengan keterampilan berpedang langsung. Kecerdasan jarang muncul di serial ini.
Lihat Juga :