10 Pedang Anime Paling Buruk, Gampang Patah dan Biasa Saja

Minggu, 11 September 2022 - 08:44 WIB
Excalibur suka membahas semua petualangan yang dia lalui, dari bekerja dengan Raja Arthur sampai mengatasi kejahatan hingga kisah cintanya. Excalibur juga punya daftar 1.000 Ramalan yang terus dia ulang-ulang sampai meister-nya mengikutinya. Excalibur mungkin pedang legendaris. Tapi, kekuatan terbesarnya sampai saat ini adalah kemampuan untuk bicara sampai orang malas mendengarnya.

3. Pedang Nichirin Tanjiro — Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba



Foto: CBR

Pedang Nichirin Tanjiro adalah senjata yang efektif. Tapi, sering kali patah dan butuh diperbaiki. Pedang Tanjiro patah saat bertarung dengan Rui dan Akaza. Pedang itu kembali rusak ketika bertarung melawan Daki.

Entah betapa bagusnya kemampuan bertarung Tanjiro, dia selalu harus mundur kalau dia tidak punya pedang saat bertarung melawan iblis. Inilah mengapa banyak penggemar bahagia ketika Tanjiro mulai menggunakan pedang baru nanti di serial ini. Pedang ini sangat istimewa.

2. Pedang Z — Dragon Ball Z Kai: The Final Chapters



Foto: YouTube

Pedang kuno Z adalah senjata kuat di Dragon Ball Universe. Meski bukanlah pedang yang terkuat, benda ini masih bisa menyebabkan banyak kerusakan, seperti terlihat ketika Gohan menggunakannya untuk membelah batu raksasa. Pedang Z benar-benar punya kekuatan membelah yang mengesankan, tapi kurang awet.

Pedang itu terbukti tidak awet ketika patah jadi dua ketika Gohan berusaha menggunakannya untuk membelah kotak Katchin raksasa. Katchin adalah logam terpadat di semesta Dragon Ball. Penggemar masih berharap bisa melihat pedang se-hype pedang Z yang legendaris.

Baca Juga: 10 Film Anime Terbaik Produksi Studio Ghibli Menurut IMDb

1. Pedang Angin Aang — Avatar: The Last Airbender



Foto: Reddit

Di episode Sokka’s Master di Book 3 of Avatar: The Last Airbender, Aang belanja senjata untuk membantu Sokka memperbaiki keterampilan bertarungnya. Aang mencoba kostum zirah besar dan memilih sebilah pedang Angin untuk dipamerkan kepada Katara. Aang sebenarnya tidak menggunakan pedang itu. Tapi, sebagian besar penggemar sudah bisa melihat betapa tidak bergunanya penemuan itu.

Butuh banyak kendali dan usaha untuk mengarahkan angin ke dalam bentuk pisau. Sementara, embusan angin bisa lebih mudah dibuat dan punya kekuatan lebih banyak. Selain itu, popularitas pasifis di kalangan pengendali udara benar-benar menghancurkan peluang siapa pun membeli atau menggunakan Pedang Angin itu.
(alv)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!