Mani Man Produser dan Penulis Shadows Hadir, Berbagi Kisah di Asian Cinerama Film Festival 2022
Jum'at, 16 September 2022 - 21:28 WIB
Produser sekaligus penulis naskah film asal Hongkong Shadows, Mani Man hadir dan melakukan tanya-jawab selepas pemutaran film Shadows dalam pembukaan Asian Cinerama Film Festival yang digelar mulai Kamis (15/9) hingga Minggu (18/9) di XXI Plaza Indonesia.
JAKARTA - Produser sekaligus penulis naskah film asal Hongkong Shadows, Mani Man hadir dan melakukan tanya-jawab selepas pemutaran film Shadows dalam pembukaan Asian Cinerama Film Festival yang digelar mulai Kamis (15/9) hingga Minggu (18/9) di XXI Plaza Indonesia. Lewat kegiatan tersebut, penulis dan produser asal Hongkong ini berbagi pengalaman dibalik layar membuat film Shadows kepada sineas muda tanah air.
"Terima kasih sudah menyambutku ini kali pertama aku di Jakarta, aku penulis shadows ini ingin berdiskusi dengan kalian pada seminar di universitas Binus Center Hang Lekir yang mana aku hadir sebagai pembicara sebagai pembicaraan dalam diskusi tersebut menarik karena menyangkut film produksi financing distribute dan masing-masing pembicara memahami tiga isu tersebut dan dalam seminar mau membagi sesuatu ke filmmaker," ujarnya dalam pembukaan Asian Cinerama Film Festival 2022 di XXI Plaza Indonesia, kemarin.
Mani Man berbagi pengalam dimana dalam menulis film Shadows ini dia ingin mengeksplor human nature subconscious memberikan ruang pada kebaikan dan kejahatan di diri manusia selama proses kreatif dirinya dan tim merasa tidak ada jawaban yang 100 persen benar
"Banyak kesulitan sebelum ini saat menulis konsep ini sulit ga ada jawaban yang absolut setelah proses kreatif nya dalam penggarapan filmnya ada berbagai kesulitan karena harus membuat adegan saat sang tokoh masuk ke dunia subconscious jadi banyak hal yg didiskusikan antara kru karena banyak hal yg harus dibuat untuk menunjukkan bagian subconscious. Proses post pro juga sulit lagi2 karena bagian subcons itu," ungkapnya.
Baca Juga: Sering Jadi Produser Film, Lukman Sardi: Itu Bukan Ambisi
Menurutnya, tahun ini industri film di Hongkong punya banyak film bagus, banyak film action, tapi banyak juga yang berkembang di Hongkong kayak drama, horor, based on true story, romance. Dengan banyaknya genre yang bisa kami tawarkan, kami berharap banyak audience Indonesia pun bisa menikmati semua keberagaman film dari Hongkong ini. Lantas, apakah dirinya tahu dan familiar dengan film Indonesia, dengan senyum dia menjawab nama film Pengabdi Setan begitu mencuri perhatiannya sebagai sineas.
"Terima kasih sudah menyambutku ini kali pertama aku di Jakarta, aku penulis shadows ini ingin berdiskusi dengan kalian pada seminar di universitas Binus Center Hang Lekir yang mana aku hadir sebagai pembicara sebagai pembicaraan dalam diskusi tersebut menarik karena menyangkut film produksi financing distribute dan masing-masing pembicara memahami tiga isu tersebut dan dalam seminar mau membagi sesuatu ke filmmaker," ujarnya dalam pembukaan Asian Cinerama Film Festival 2022 di XXI Plaza Indonesia, kemarin.
Mani Man berbagi pengalam dimana dalam menulis film Shadows ini dia ingin mengeksplor human nature subconscious memberikan ruang pada kebaikan dan kejahatan di diri manusia selama proses kreatif dirinya dan tim merasa tidak ada jawaban yang 100 persen benar
"Banyak kesulitan sebelum ini saat menulis konsep ini sulit ga ada jawaban yang absolut setelah proses kreatif nya dalam penggarapan filmnya ada berbagai kesulitan karena harus membuat adegan saat sang tokoh masuk ke dunia subconscious jadi banyak hal yg didiskusikan antara kru karena banyak hal yg harus dibuat untuk menunjukkan bagian subconscious. Proses post pro juga sulit lagi2 karena bagian subcons itu," ungkapnya.
Baca Juga: Sering Jadi Produser Film, Lukman Sardi: Itu Bukan Ambisi
Menurutnya, tahun ini industri film di Hongkong punya banyak film bagus, banyak film action, tapi banyak juga yang berkembang di Hongkong kayak drama, horor, based on true story, romance. Dengan banyaknya genre yang bisa kami tawarkan, kami berharap banyak audience Indonesia pun bisa menikmati semua keberagaman film dari Hongkong ini. Lantas, apakah dirinya tahu dan familiar dengan film Indonesia, dengan senyum dia menjawab nama film Pengabdi Setan begitu mencuri perhatiannya sebagai sineas.
Lihat Juga :