6 Kota Bawah Tanah Misterius di Dunia, Nomor 4 Bisa Menampung 1 Juta Orang
Minggu, 18 September 2022 - 06:30 WIB
Foto/France
Kota bawah tanah Naours dibangun sekitar abad ketiga Masehi dan berada di utara Perancis. Dulunya tempat ini merupakan wilayah tambang pada masa Romawi. Namun wilayah ini diperluas untuk menjadi sebuah hunian bawah tanah karena adanya invasi abad pertengahan yang mengancam masyarakat. Kota bawah tanah Naours terdiri dari 2 mil terowongan dan lebih dari 300 kamar buatan manusia.
Naours memiliki ruang yang cukup untuk menampung 3.000. Di sana juga terdapat gereja, kandang kuda, sumur, dan toko roti. Kota ini juga dihiasi lebih dari 2.000 potongan grafiti yang ditinggalkan oleh tentara sekutu saat Pertempuran Somme. Naours sempat ditutup selama beberapa dekade dan dibuka kembali pada abadke-19sebagai objek wisata.
3. Wieliczka
Foto/Wikipedia
Kota bawah tanah ini memiliki kamar, lorong, dan patung-patung kuno serta terletak di pinggir kota Krakow, Polandia. Wieliczka dibangun 1200-an saat penambang menemukan garam batu di dalam bumi. Tambang ini berhenti berproduksi 2007 setelah 700 tahun beroperasi.
Baca Juga: 6 Kota Tersepi di Indonesia, Nomor 3 Penduduknya Cuma 67 Jiwa per Kilometer
4. Dixia Cheng
Foto/Digis Mak
Pada 1960-an hingga 1970-an China dibayang-bayangi oleh ancaman invasi, pemboman, dan juga serangan nuklir. Sebagai tempat perlindungan, pemerintah China kemudian membangun tempat persembunyian raksasa di bawah kota Beijing yang bernama Dixia Cheng. Kota ini diperkirakan mampu menampung 1 juta orang.
Di dalam kota bawah tanah ini dapat ditemukan bangunan sekolah, rumah sakit, lumbung, ruang tidur, dan restoran yang memang dipersiapkan sebagai tempat perlindungan untuk periode lama. Pada 2000, Dixia Cheng dibuka untuk umum. Namun pada 2008 tempat ini ditutup karena renovasi.
Kota bawah tanah Naours dibangun sekitar abad ketiga Masehi dan berada di utara Perancis. Dulunya tempat ini merupakan wilayah tambang pada masa Romawi. Namun wilayah ini diperluas untuk menjadi sebuah hunian bawah tanah karena adanya invasi abad pertengahan yang mengancam masyarakat. Kota bawah tanah Naours terdiri dari 2 mil terowongan dan lebih dari 300 kamar buatan manusia.
Naours memiliki ruang yang cukup untuk menampung 3.000. Di sana juga terdapat gereja, kandang kuda, sumur, dan toko roti. Kota ini juga dihiasi lebih dari 2.000 potongan grafiti yang ditinggalkan oleh tentara sekutu saat Pertempuran Somme. Naours sempat ditutup selama beberapa dekade dan dibuka kembali pada abadke-19sebagai objek wisata.
3. Wieliczka
Foto/Wikipedia
Kota bawah tanah ini memiliki kamar, lorong, dan patung-patung kuno serta terletak di pinggir kota Krakow, Polandia. Wieliczka dibangun 1200-an saat penambang menemukan garam batu di dalam bumi. Tambang ini berhenti berproduksi 2007 setelah 700 tahun beroperasi.
Baca Juga: 6 Kota Tersepi di Indonesia, Nomor 3 Penduduknya Cuma 67 Jiwa per Kilometer
4. Dixia Cheng
Foto/Digis Mak
Pada 1960-an hingga 1970-an China dibayang-bayangi oleh ancaman invasi, pemboman, dan juga serangan nuklir. Sebagai tempat perlindungan, pemerintah China kemudian membangun tempat persembunyian raksasa di bawah kota Beijing yang bernama Dixia Cheng. Kota ini diperkirakan mampu menampung 1 juta orang.
Di dalam kota bawah tanah ini dapat ditemukan bangunan sekolah, rumah sakit, lumbung, ruang tidur, dan restoran yang memang dipersiapkan sebagai tempat perlindungan untuk periode lama. Pada 2000, Dixia Cheng dibuka untuk umum. Namun pada 2008 tempat ini ditutup karena renovasi.
Lihat Juga :