Wanita Hamil yang Berolahraga Menghasilkan ASI yang Lebih Sehat

Jum'at, 03 Juli 2020 - 07:32 WIB
Studi Stanford, yang diterbitkan dalam Nature Metabolism, menyoroti penelitian tentang tikus dan manusia. Tim Stanford melihat tikus yang lahir dari ibu yang tidak banyak bergerak. Para peneliti kemudian memberi mereka susu dari tikus betina yang aktif selama kehamilan mereka dan mengikuti tikus selama setahun setelah periode menyusui.

"Hanya menambah 3'SL selama masa menyusui meningkatkan metabolisme glukosa, mengurangi massa lemak, dan mengurangi berat badan pada anak laki-laki, dan mempertahankan fungsi jantung pada anak perempuan," jelas Stanford. (Baca juga: Hindari Wabah Ganda, Lindungi Anak dengan Imunisasi di Masa Pandemi ).

Selain itu, para peneliti mengamati bahwa tikus yang diberi makan 3'SL selama periode menyusui dan melakukan diet tinggi lemak dilindungi dari efek buruk dari diet tinggi lemak. Pada manusia, tim memeriksa sekitar 150 wanita hamil dan postpartum yang memakai pelacak aktivitas. Mereka menemukan bahwa wanita dengan langkah lebih banyak per hari memiliki jumlah 3'SL yang lebih tinggi.

"Kami mengukur 3'SL dalam ASI 2 bulan setelah kelahiran dan itu masih berkorelasi dengan langkah-langkah per hari dan aktivitas selama kehamilan," ungkap Stanford.

Tingkat 3'SL yang lebih tinggi tidak selalu terkait dengan intensitas olahraga. Jadi bahkan olahraga sedang, seperti jalan kaki sehari-hari, sudah cukup untuk mendapatkan manfaatnya. Para peneliti tidak yakin apakah berolahraga setelah lahir dapat meningkatkan level 3'SL, atau berapa banyak olahraga yang diperlukan untuk menjaga level cukup tinggi untuk memberi manfaat pada bayi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!