CERMIN: Menemukan Cinta (Lagi) di Bali

Sabtu, 01 Oktober 2022 - 08:42 WIB
David dan Georgia sebenarnya serupa dengan Harry dan Sally. Mereka tahu mereka masih saling tertarik satu sama lain tapi setelah trauma mendalam, bagaimana bisa kita menyalahkan perasaan manusia untuk mencoba berhenti merasakan?



Foto: Universal Pictures

Dalam Ticket to Paradise, selain bertemu dengan David dan Georgia yang tampak sinis soal cinta yang mempertahankan satu sama lain, kita akan berkenalan dengan Lily dan Gede yang justru merasakan bahwa cinta sejatinya akan membuat sepasang manusia menampilkan sisi terbaiknya, dan tak merasa perlu berkorban satu sama lain. Kita melihat bagaimana cinta dimaknai dalam dua sisi di sana.

Cinta memang tak pernah berhenti menjadi masalah. Tapi juga tak pernah berhenti berupaya menjadi solusi. Cinta adalah anugerah terbaik yang diberikan Tuhan bagi manusia. Cinta memang sering kali mengobarkan peperangan tapi cinta pula yang memberi kedamaian di bumi.

Di pulau tempat dewa-dewa bersatu, Bali, kita kembali melihat cinta dalam wujudnya yang berbeda-beda. Cinta David dan Georgia adalah cinta yang meringkaskan banyak hal untuk kemudian berkata bahwa cinta tak cukup. Sementara bagi Lily dan Gede, cinta memang tak pernah cukup, tapi kita bisa mencukupi apa pun dalam hidup dengan cinta itu.



Foto: Universal Pictures

Saya ingat sebait puisi membius dari Khalil Gibran tentang cinta. Yang menggambarkan kompleksitas dan betapa problematiknya cinta.

Baca Juga: Drama Korea Paling Banyak Ditonton di Netflix September 2022

Cinta tak memberikan apa pun, kecuali keseluruhan dirinya, utuh penuh, dia pun tak mengambil apa-apa, kecuali dari dirinya sendiri. Cinta tak memiliki atau pun dimiliki karena cinta telah cukup untuk cinta.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!