Hari Kesehatan Mental Sedunia 2022, Tema dan Sejarah
Senin, 10 Oktober 2022 - 08:41 WIB
Baca Juga: Dukung Kesehatan Mental Anak dengan Bibir Sumbing, Setop Meruntung Mereka!
Hampir satu dari lima anak berusia 15-24 tahun dalam survei global WHO melaporkan bahwa mereka sering merasa tertekan dan kurang tertarik untuk melakukan sesuatu. Menurut Yayasan Kesehatan Mental Inggris, setengah dari kondisi kesehatan mental terbentuk pada usia 14 tahun dan 75 persen pada usia 24 tahun.
Sementara itu, pandemi telah, dan terus, berdampak pada kesehatan mental, kemampuan untuk terhubung kembali melalui Hari Kesehatan Mental Sedunia 2022 akan memberi kesempatan untuk menyalakan kembali upaya untuk melindungi dan meningkatkan kesehatan mental.
Sebelum pandemi pada 2019 diperkirakan satu dari delapan orang secara global hidup dengan gangguan mental. Pada saat yang sama, layanan, keterampilan, dan pendanaan yang tersedia untuk kesehatan mental masih terbatas, dan jauh di bawah apa yang dibutuhkan, terutama di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.
Pandemi Covid-19 telah menciptakan krisis global untuk kesehatan mental, memicu tekanan jangka pendek dan jangka panjang, serta merusak kesehatan mental jutaan orang. Diperkirakan peningkatan gangguan kecemasan dan depresi lebih dari 25 persen selama tahun pertama pandemi.
Hampir satu dari lima anak berusia 15-24 tahun dalam survei global WHO melaporkan bahwa mereka sering merasa tertekan dan kurang tertarik untuk melakukan sesuatu. Menurut Yayasan Kesehatan Mental Inggris, setengah dari kondisi kesehatan mental terbentuk pada usia 14 tahun dan 75 persen pada usia 24 tahun.
Sementara itu, pandemi telah, dan terus, berdampak pada kesehatan mental, kemampuan untuk terhubung kembali melalui Hari Kesehatan Mental Sedunia 2022 akan memberi kesempatan untuk menyalakan kembali upaya untuk melindungi dan meningkatkan kesehatan mental.
Sebelum pandemi pada 2019 diperkirakan satu dari delapan orang secara global hidup dengan gangguan mental. Pada saat yang sama, layanan, keterampilan, dan pendanaan yang tersedia untuk kesehatan mental masih terbatas, dan jauh di bawah apa yang dibutuhkan, terutama di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.
Pandemi Covid-19 telah menciptakan krisis global untuk kesehatan mental, memicu tekanan jangka pendek dan jangka panjang, serta merusak kesehatan mental jutaan orang. Diperkirakan peningkatan gangguan kecemasan dan depresi lebih dari 25 persen selama tahun pertama pandemi.
Lihat Juga :