Menikmati Suguhan Konten Horor dengan Ketegangan Maksimal Lewat Audio Series
Senin, 17 Oktober 2022 - 16:47 WIB
Menikmati suguhan konten horor dengan ketegangan maksimal lewat audio series. Foto/Ist
JAKARTA - Film genre horor di Indonesia kini menjadi primadona penonton Indonesia karena dari sisi cerita dan lainya dikemas berkembang jauh lebih kompleks dari sebelumnya. KKN di Desa Penari menjadi film horor terlaris dengan jumlah 9,2 juta penonton, mengukuhkan diri sebagai film terlaris nomor dua di Indonesia setelah Avengers: Endgame. Ini membuktikan bahwa genre horor Indonesia sekarang makin berkualitas dan memberikan lebih dari sekadar rasa takut dan ngeri.
Selain dalam format visual, konten horor yang tengah menarik perhatian para penikmat horor kali ini adalah audioseries. Cerita berseri yang dikemas dalam format audio ini umumnya mengadaptasi plot yang ditulis oleh para penulis lokal dengan gimmick cerita yang lebih kaya. Sweta Kartika misalnya, penulis komik horor bertajuk Journal of Terror yang karyanya telah hadir dalam format novel dan web series, kini bersama Noice mengembangkan audioseries.
Setelah sebelumnya kerap menulis karya bertemakan romance dan aksi, Sweta menjajaki tantangan baru dengan merilis karya bertema horor. Hadir secara eksklusif di aplikasi Noice, audioseries Journal of Terror: Kelana telah mencatat lebih dari 1.000.000 listening minutes dan telah memasuki season ke-2. Judul audioseries lain bergenre horor yang tidak kalah menarik antara lain Jagat Segoro Demit, Okultis, dan banyak lainnya.
“Proses adaptasi karya tulisan bertema horor ke dalam format audio menjadi tantangan tersendiri bagi saya. Selain menyesuaikan cara bercerita, pertimbangan efek suara serta pembawaan karakter dari talent juga harus rapi dan presisi. Setelah melalui proses yang cukup panjang dan kompleks bersama tim Noice, ternyata hasilnya melebihi ekspektasi. Saya senang karena cukup banyak yang antusias dengan Journal of Terror versi audioseries. Sentuhan audio justru memberikan sensasi yang lebih menegangkan karena imajinasi para pendengar ikut berkelana, seolah mereka menyaksikan atau bahkan mengalami langsung petualangan Prana, sang tokoh utama dalam cerita ini.” ujar Sweta Kartika, penulis Journal of Terror: Kelana dalam rilis kepada SINDOnews.com, Senin (17/10/2022).
Selain dalam format visual, konten horor yang tengah menarik perhatian para penikmat horor kali ini adalah audioseries. Cerita berseri yang dikemas dalam format audio ini umumnya mengadaptasi plot yang ditulis oleh para penulis lokal dengan gimmick cerita yang lebih kaya. Sweta Kartika misalnya, penulis komik horor bertajuk Journal of Terror yang karyanya telah hadir dalam format novel dan web series, kini bersama Noice mengembangkan audioseries.
Setelah sebelumnya kerap menulis karya bertemakan romance dan aksi, Sweta menjajaki tantangan baru dengan merilis karya bertema horor. Hadir secara eksklusif di aplikasi Noice, audioseries Journal of Terror: Kelana telah mencatat lebih dari 1.000.000 listening minutes dan telah memasuki season ke-2. Judul audioseries lain bergenre horor yang tidak kalah menarik antara lain Jagat Segoro Demit, Okultis, dan banyak lainnya.
“Proses adaptasi karya tulisan bertema horor ke dalam format audio menjadi tantangan tersendiri bagi saya. Selain menyesuaikan cara bercerita, pertimbangan efek suara serta pembawaan karakter dari talent juga harus rapi dan presisi. Setelah melalui proses yang cukup panjang dan kompleks bersama tim Noice, ternyata hasilnya melebihi ekspektasi. Saya senang karena cukup banyak yang antusias dengan Journal of Terror versi audioseries. Sentuhan audio justru memberikan sensasi yang lebih menegangkan karena imajinasi para pendengar ikut berkelana, seolah mereka menyaksikan atau bahkan mengalami langsung petualangan Prana, sang tokoh utama dalam cerita ini.” ujar Sweta Kartika, penulis Journal of Terror: Kelana dalam rilis kepada SINDOnews.com, Senin (17/10/2022).
Lihat Juga :