CERMIN: Bom Waktu dari Ponsel Kita
Sabtu, 22 Oktober 2022 - 08:48 WIB
Tomo, Enrico, Wisnu, dan Anjas bersahabat dari kecil. Seiring waktu, persahabatan mereka mulai diwarnai friksi dan gosip. Pernikahan para pasangan ini juga menyimpan rahasianya masing-masing. Tomo, si guru olahraga, juga punya rahasia yang disembunyikannya dari sahabat-sahabatnya sejak lama.
Foto: Prime Video
Perfect Strangers yang tayang di Prime Video memperlihatkan betapa rapuhnya persahabatan bahkan yang sudah dibangun puluhan tahun. Betapa tak sempurnanya pernikahan yang terlihat bahagia dan betapa banyaknya rahasia-rahasia yang kita sembunyikan dari pasangan masing-masing.
Dalam sebuah acara makan malam, rahasia-rahasia itu berlompatan dari ponsel mereka masing-masing. Seakan berlomba ingin mengungkap jati dirinya. Seakan tak kuasa menahan hasrat untuk mengumumkan pada dunia. Dan tahulah kita betapa statistik di kalimat pembuka di atas benar adanya.
Saya ingat betapa seringnya ponsel disalahgunakan. Teknologi tak salah, manusia yang menggunakannya yang memanfaatkannya untuk hal-hal buruk. Pablo Escobar, gembong narkoba dari Medellin, Kolombia, itu menggunakan ponsel untuk mengatur bisnisnya dari dalam penjara.
Jaringan narkotika terbesar di dunia dikendalikan dari sebuah benda canggih. Dalam cerpen Episode yang ditulis Seno Gumira Ajidarma, tokoh utamanya menggunakan ponsel untuk bekerja dan justru menghindari menggunakannya agar tak bisa dihubungi oleh mantan istrinya.
Foto: Prime Video
Tapi sejak kapan ponsel menjadi sarana untuk berselingkuh? Sejak kapan seorang istri bisa diam-diam mengirimkan foto-foto celana dalamnya ke laki-laki lain? Sejak kapan seorang perempuan tua bisa mengirimkan foto-foto telanjangnya ke laki-laki yang bukan suaminya? Dan sejak kapan ponsel bisa menyimpan rapat soal hubungan seks dari seorang pengusaha dan anak buahnya yang berujung kehamilan?
Mungkin sejak niat untuk berselingkuh itu muncul dan ponsel hanya menjadi sarana. Bukankah niat yang melegitimasi cara untuk melakukannya?
Foto: Prime Video
Perfect Strangers yang tayang di Prime Video memperlihatkan betapa rapuhnya persahabatan bahkan yang sudah dibangun puluhan tahun. Betapa tak sempurnanya pernikahan yang terlihat bahagia dan betapa banyaknya rahasia-rahasia yang kita sembunyikan dari pasangan masing-masing.
Dalam sebuah acara makan malam, rahasia-rahasia itu berlompatan dari ponsel mereka masing-masing. Seakan berlomba ingin mengungkap jati dirinya. Seakan tak kuasa menahan hasrat untuk mengumumkan pada dunia. Dan tahulah kita betapa statistik di kalimat pembuka di atas benar adanya.
Saya ingat betapa seringnya ponsel disalahgunakan. Teknologi tak salah, manusia yang menggunakannya yang memanfaatkannya untuk hal-hal buruk. Pablo Escobar, gembong narkoba dari Medellin, Kolombia, itu menggunakan ponsel untuk mengatur bisnisnya dari dalam penjara.
Jaringan narkotika terbesar di dunia dikendalikan dari sebuah benda canggih. Dalam cerpen Episode yang ditulis Seno Gumira Ajidarma, tokoh utamanya menggunakan ponsel untuk bekerja dan justru menghindari menggunakannya agar tak bisa dihubungi oleh mantan istrinya.
Foto: Prime Video
Tapi sejak kapan ponsel menjadi sarana untuk berselingkuh? Sejak kapan seorang istri bisa diam-diam mengirimkan foto-foto celana dalamnya ke laki-laki lain? Sejak kapan seorang perempuan tua bisa mengirimkan foto-foto telanjangnya ke laki-laki yang bukan suaminya? Dan sejak kapan ponsel bisa menyimpan rapat soal hubungan seks dari seorang pengusaha dan anak buahnya yang berujung kehamilan?
Mungkin sejak niat untuk berselingkuh itu muncul dan ponsel hanya menjadi sarana. Bukankah niat yang melegitimasi cara untuk melakukannya?
Lihat Juga :