Careaholic, Saat Rasa Peduli Malah Jadi Racun Candu

Selasa, 07 Juli 2020 - 19:33 WIB
Sebelum pergi berlibur, Stefanie udah membuat daftar apa aja hal yang perlu dilakukan orang-orang di sekitarnya ketika dia pergi, baik itu pekerjaan rumah maupun pekerjaan kantor.

Namun, saat liburan, Stefanie malah gak tenang. Dia khawatir keluarga dan teman-teman kantornya gak bisa menyelesaikan tugas mereka dengan baik.

Nah, setelah selesai liburan, Stefanie kecewa saat melihat kerjaan teman-teman kantor dan keluarganya. Bukan karena kerja mereka gak becus, tapi justru karena ternyata mereka bisa bekerja dengan baik tanpa dia.



Foto: Freepik

Stefanie jadi merasa gak dibutuhkan. Dia bahkan sampai berpikir bahwa dia lebih senang kalau semuanya gak berjalan selancar itu saat dia pergi. Nah, menurut penilaian Robinson, Stefanie adalah seorang careaholic.

Kondisi careaholism berkaitan erat dengan compassion fatigue, yakni sebuah kondisi menderita secara emosional, fisik, maupun spiritual yang dirasakan seseorang yang mengurus orang lain.

Ketika seorang careaholic terlalu peduli atau terlalu mengurusi orang lain, dia berpotensi mengalami compassion fatigue. Akan tetapi, saat gak ada orang yang bisa dia pedulikan dan bantu, ia malah jadi merasa hampa. Serba salah, ya?
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!