Sederet Band Besar AS Berutang karena Tak Bisa Gelar Konser

Rabu, 08 Juli 2020 - 08:30 WIB
Band papan atas seperti Guns N’ Roses, Eagles, Pearl Jam, dan Green Day mendapat pinjaman uang karena gagal menggelar konser akibat pandemi COVID-19. Foto/Variety
JAKARTA - Pandemi COVID-19 benar-benar berdampak pada industri musik, tak terkecuali di Amerika Serikat (AS). Sejumlah band besar bahkan diketahui telah meminjam uang melalui Paycheck Protection Program (PPP) lantaran tak bisa menjalani tur musik.

Menurut dokumen yang dirilis Small Business Administration (SBA) AS yang menyelenggarakan PPP, band papan atas seperti Guns N’ Roses, Eagles, Pearl Jam, dan Green Day telah mendapatkan pinjaman. PPP merupakan bagian dari program Coronavirus Aid, Relief, and Economic Security Act (CARES Act) senilai USD2 triliun yang dirancang untuk memberi bantuan keuangan kepada perusahaan kecil yang terdampak oleh pandemi COVID-19.



Band-band tersebut meminjam uang untuk membayar para kru dan staf pendukung lain yang selama ini membantu konser mereka. Band Eagles, Pearl Jam, dan Disturbed diketahui sudah menerima bantuan antara USD350.000 dan USD1 juta. Sementara band yang lain menerima dana antara USD150.000 dan USD350.000. (Baca Juga: Deretan Musisi Inggris Desak Pemerintah Selamatkan Industri Musik )

Band ataupun musisi yang juga telah menerima dana dari PPP termasuk Chainsmokers, Cheap Trick, Head and the Heart, Imagine Dragons, Jason Isbell, Lil Jon, Nickelback, Papa Roach, Pentatonix, Rascal Flatts, Chris Stapleton, Tool, 311, Weezer, dan Wiz Khalifa. Messina Touring Group, promotor untuk konser-konser Taylor Swift, termasuk yang sudah menerima bantuan tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!