Mengenal Perbedaan Virus Corona XBB dan Omicron, Waspadai Gejalanya

Rabu, 16 November 2022 - 13:00 WIB
Kasus pertama Omicron di Indonesia diduga berasal dari Warga Negara Indonesia (WNI) yang datang dari Nigeria pada 27 November 2021. Omicron memiliki 50 mutasi yang 30 di antaranya terdapat pada gen yang mengkode protein S.

Separuh dari mutasi yang ada pada gen pengkode protein S ini terdapat pada daerah Receptor Binding Domain (RBD) tempat virus berinteraksi dengan reseptor ACE2 pada sel target. Omicron menyebabkan peningkatan afinitas SARS-CoV-2 terhadap reseptor ACE2 manusia.

Hasil studi epidemiologis didapatkan omicron dengan cepat menggantikan varian Delta sebagai varian yang mendominasi. Studi in vitro dari University of Hong Kong oleh Chi-Wai menunjukkan bahwa Omicron memiliki kemampuan bereplikasi sebesar 70 kali lipat lebih cepat pada sel saluran napas dibandingkan varian Delta.

Baca Juga: Awas! Varian Omicron XBB Tercatat Kasus Tertinggi di 3 Negara, Salah Satunya Tetangga Indonesia

Hal ini menunjukkan bahwa Omicron memang memiliki daya penularan yang lebih cepat dan daya netralisasi antibodi yang menurun dibandingkan varian sebelumnya meskipun seberapa besar derajat penularan Omicron dibanding varian lain masih perlu diteliti lebih lanjut.

Omicron menjadi varian yang perlu diwaspadai karena memiliki jumlah mutasi yang tinggi, termasuk pada protein spike. Varian ini juga berpotensi memiliki kemampuan dalam menghindari sistem imun yang lebih baik dan laju penularan yang lebih.

Pemeriksaan PCR dan RDT-Antigen masih dapat untuk mendiagnosis Covid-19, termasuk Omicron. Untuk memastikan variannya, perlu dilakukan pemeriksaan whole genome sequencing (WGS).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!