7 Fakta Blue Lock, Anime Tentang Timnas Jepang yang Tak Biasa

Kamis, 24 November 2022 - 20:41 WIB
Anime ini tidak sama seperti anime sepak bola lain karena benar-benar mengikuti tim itu bermain tanpa kekuatan, seperti Haikyuu!! Dengan situasi yang sangat sulit diciptakan di antara pemain di saat mereka menghadapi risiko tinggi kalau gagal. Lebih lanjut, anime ini bahkan punya berbagai macam thriller yang membuatnya jadi lebih berbeda.

3. Blue Lock Langsung Masuk Konflik



Foto: Epicstream

Blue Lock tidak punya basa basi sejak awal episode. Seperti Attack on Titan, atau bahkan Spy x Family, hanya dalam beberapa menit awal episode pertamanya, penonton langsung disuguhi konflik yang akan dihadapi para karakternya di anime ini. Serial ini tidak butuh waktu panjang untuk berleha-leha menata protagonisnya.

Yang membuat konfliknya jadi lebih baik adalah sejak awal, semua orang menentangnya. Semua orang menentang ide Jinpachi Ego yang menarik semua orang dan meninggalkan hidup mereka hanya demi menjadi stiker. Tapi, seiring berjalannya waktu, konflik yang meletus di antara orang-orang yang tinggal di fasilias tersebut jadi lebih rumit. Semua orang tahu kalau mereka tidak mau bermain kotor. Tapi, mereka harus melakukannya demi memenangkan pertandingan Blue Lock.

4. Protagonisnya Relatable



Foto: Anime Corner

Yoichi Isagi adalah protagonis Blue Lock. Dia merupakan contoh sempurna protagonis yang akan disukai semua orang. Cita-cita Yoichi mungkin terasa generik dan sama seperti rata-rata protagonis shounen, yaitu menjadi yang terbaik. Tapi, dia adalah orang normal dengan cita-cita yang normal. Dia ingin menjadi striker terbaik yang bisa membawa timnas meraih Piala Dunia,

Yoichi berangkat dari kekecewaan yang dia telan di pertandingan terakhir sebelum dia masuk ke fasilitas neraka Jinpachi. Di dalam dirinya, dia tahu mana yang benar dan salah. Tapi, dia juga sadar apa yang harus dia lakukan agar bisa berhasil.

5. Jinpachi Ego



Foto: SportsKeeda

Jinpachi menjadi tokoh yang cukup kontroversial di anime ini. Belum bisa disebut antagonis atau pun karakter yang baik, sekilas, dia adalah karakter yang ambisius dan terlalu percaya diri. Tapi, di balik ambisi itu, ada sesuatu yang lebih jahat dengan dia menekankan pada kata “ego” seperti pada namanya. Dia terlihat sangat egois, kejam, dan hanya memuaskan dirinya sendiri. Dia tidak pernah menyia-nyiakan peluang untuk mengatakan kepada pemainnya kebenaran dingin tentang diri mereka dan realitas mereka, entah ingin memuat mereka jadi lebih putus asa atau menginspirasi mereka.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!