Indonesia Fintech Summit Dorong Inklusi Keuangan

Sabtu, 26 November 2022 - 23:34 WIB
BI, OJK, serta pelaku-pelaku industri kembali menyelenggarakan IFS pada 10-11 November 2022, dengan harapan IFS mampu mengoptimalkan dampak positif sektor jasa keuangan terhadap pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan kestabilan sistem keuangan di masa mendatang. Pengoptimalan dampak positif ini dapat dicapai salah satunya dengan mengimplementasikan keseimbangan antara inovasi, pertumbuhan, dan perlindungan konsumen. IFS merupakan suatu upaya yang dilakukan oleh AFTECH untuk meraih visi, yakni mendorong inklusi keuangan melalui layanan keuangan digital.

Pada 11 November 2022 di Padma Resort Legian Bali, lebih lanjut Kepala Grup Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran (DKSP) BI, mengatakan bahwa IFS tahun ini mengangkat berbagai tema yang sejalan dengan topik Presidensi G20 Indonesia. Salah satunya adalah pengembangan pembayaran lintas negara ataucross-border paymentyang menjadi agenda prioritas.

Bank Indonesia yang merupakan bank sentral Republik Indonesia mempunyai satu tujuan tunggal yaitu mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Ini mewujudkan hal tersebut, interoperabilitas yang dicapai melalui kerja sama lintas batas internasional perlu diperkuat di tengah peningkatan digitalisasi ekonomi dan keuangan, termasuk percepatan digitalisasi menuju inklusi ekonomi-keuangan, remitansi, perdagangan ritel, dan UMKM.

Bank Indonesia telah melakukan kerja sama dengan beberapa bank sentral dari negara lain yang berada di wilayah Asia Tenggara antara lain Singapura, Malaysia, Thailand, dan Filipina. Dari pembahasan pada dengan negara-negara tersebut, penggunaan QRIS yang merupakan QR pembayaran nontunai bisa digunakan di masing-masing negara dalam melakukan transaksi. Hal ini merupakan dampak dari adanya digitalisasi, khususnya digitalisasi dalam bidang keuangan.

Terkait penguatan sektor keuangan digital, Kepala Grup Inovasi Keuangan Digital Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Triyono Gani mengatakan saat ini Otoritas Jasa Keuangan berkolaborasi dengan seluruh elemen ekosistem keuangan digital untuk mempersiapkan infrastruktur. Infrastruktur yang dapat mendukung ekosistem keuangan digital adalah Electronic-Know Your Customer (e-KYC), tanda tangan elektronik, digital ID, serta perangkat keamanan siber yang diyakini mampu meningkatkan tata kelola dan tingkat keamanan dalam bertransaksi secara digital.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!