Kaum Wanita dan Anak Jadi Populasi Kunci dalam Upaya Akhiri AIDS

Senin, 28 November 2022 - 13:06 WIB
Hampir setengah dari kasus infeksi HIV baru pada anak dipastikan berasal dari ibu yang tidak menerima terapi ARV. "Data juga menunjukkan bahwa ada banyak ibu menghentikan terapi, selama masa hamil dan menyusui," ungkap UNAIDS Indonesia Country Director, Krittayawan Boonto dalam World AIDS Day 2022 Press Briefing 'Let's Equalize, No Woman and Child Left Behind' di Jakarta, belum lam aini.

Selain itu, adanya hambatan hukum yang mempersulit para ibu melakukan tes HIV dan memulai terapi ARV sebelum hamil menyebabkan semakin meningkatnya kasus penularan.

Padahal perempuan dan anak dengan HIV merupakan populasi kunci yang seharusnya menjadi prioritas untuk mengakhiri epidemi AIDS . Sayangnya, mereka masih menghadapi berbagai tantangan untuk melakukan pengobatan.

Pada ibu hamil dan menyusui alasan untuk menghentikan terapi, karena adanya keterbatasan akses ke fasilitas kesehatan, biaya, stigma dan diskriminasi dari lingkungan sekitar dan efek samping obat.

Bagi anak dan remaja juga bukan hal yang mudah untuk mengakses layanan kesehatan. Adanya keterbatasan obat khusus anak dan hambatan hukum seperti kebijakan persyaratan usia juga menjadi alasan sulitnya mendapatkan pengobatan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!