CERMIN: Pembunuh Berdarah Dingin tanpa Darah di Tangannya

Rabu, 30 November 2022 - 14:59 WIB
Foto: Netflix

Di tangan Eddie Redmayne yang brilian, Charlie memang tak ubahnya seperti orang biasa. Ia bertemu dengan Amy Loughren yang bekerja di rumah sakit yang sama.

Charlie lantas masuk ke dalam kehidupan Amy dengan begitu mudahnya karena alasan sederhana: ia tulus berteman dengan Amy. Kepribadiannya juga membuatnya disenangi kedua anak perempuan Amy.

Ia menjalani hidupnya biasa saja, tak neko-neko, tak tampak seperti orang yang kesepian atau punya riwayat kesehatan mental akut. Charlie tampak dan bersikap seperti kita.

Amy pun tak menyadari itu. Hingga kematian demi kematian terjadi di sekelilingnya. Ia sama sekali tak pernah menyadari bahwa kematian-kematian itu punya korelasi satu sama lain.

Ia sama sekali tak menyadari bahwa kematian-kematian itu tak wajar. Terutama ia sama sekali tak menyadari bahwa Charlie melakukan sesuatu yang tak wajar.

Kita adalah Amy yang selalu berpikiran positifterhadap seseorang. Apalagi jika seseorang tersebut memang baik pada kita dan tak punya masalah apa pun dengan kita. Bagaimana mungkin kita mencurigai seseorang senormal Charlie yang bahkan dengan mudah bisa diterima baik oleh kedua anak perempuannya?



Foto: Netflix

Tobias menebar teror ke penonton tanpa elemen darah, kekerasan, dan adegan kontroversial. Kita ikut panik ketika sadar bahwa seorang pembunuh telah menyusup ke dalam hidup perawat berdedikasi seperti Amy.

Kita takut jika Charlie ternyata sebagaimana pembunuh berdarah dingin lainnya. Kita takut terjadi hal-hal yang sebenarnya kita inginkan, yang sering kita lihat dalam kisah tentang pembunuh berdarah dingin lainnya.

Letak menariknya The Good Nurseada di situ. Tak ada tokoh yang benar-benar jahat. Charlie bahkan tak punya motivasi kuat ketika ia melakukan pembunuhan berencana itu. Ia terus menerus melakukannya hingga korban ditaksir mencapai 400 orang. Harap diingat, ini adalah kisah nyata.

Tapi mungkin kita menjadi sangat ngeri karena melihat bahwa pembunuh berdarah dingin tak perlu seeksentrik Dahmer atau pembunuh berdarah dingin lainnya. Alarm kewaspadaan kita tiba-tiba menyala terus menerus karena kita tak lagi bisa mengidentifikasi adanya pembunuh berdarah dingin di sekitar kita.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!