CERMIN: Gina S Noer dan Keberpihakan pada Perempuan
Sabtu, 10 Desember 2022 - 08:13 WIB
Saya menggunakan kacamata saya sebagai bapak dari dua anak ketika menyaksikan film ini. Saya melihat bagaimana Lisa tergopoh-gopoh beradaptasi dengan situasi barunya saat ibunya menikah lagi dan menjadi muslim.
Saya mendengar bagaimana Lisa melampiaskan segala isi hatinya pada ibunya yang seperti tak pernah menghargai upaya adaptasinya. Saya merasakan bagaimana Lisa berusaha betul hadir sebagai sahabat yang selalu ada saat dibutuhkan oleh Sarah.
Foto: Starvision Plus
Anak pertama saya saat ini sudah berusia 11 tahun, sedikit lagi menginjakkan kakinya di masa remaja. Saya, siap tak siap, mesti berhadapan dengan situasi ia akan terpapar banyak hal terutama pornografi.
Saya membayangkan bagaimana saya akan bersikap ketika mendapatinya sedang menonton video bokep. Saya tak bisa membayangkan bagaimana saya akan bertindak bila suatu saat anak saya ternyata menjadi kecanduan dengan pornografi.
Tapi yang paling mengerikan sebenarnya adalah bagaimana kita menyiapkan mental berhadapan dengan anak-anak perempuan kita yang mulai mengalami fase ketertarikan seksual pada lawan jenisnya. Sementara di sekolah, soal seks masih sangat tabu dibicarakan. Di kalangan orang tua tertentu pun masih ada saja yang sulit membicarakannya secara terbuka.
Foto: Starvision Plus
Like & Sharememperlihatkan hal terburuk yang mungkin terjadi pada anak-anak kita. Apa jadinya ketika suatu saat mereka berkenalan dengan seorang laki-laki yang jauh lebih tua dan berpengalaman darinya, merasakan cinta pertama (yang ternyata palsu), membiarkan dirinya termakan rayuan dan merelakan hal paling esensial dari dirinya direnggut begitu saja? Bagaimana kita akan bersikap sebagai orang tua ketika berhadapan dengan masalah seburuk ini?
Saya mendengar bagaimana Lisa melampiaskan segala isi hatinya pada ibunya yang seperti tak pernah menghargai upaya adaptasinya. Saya merasakan bagaimana Lisa berusaha betul hadir sebagai sahabat yang selalu ada saat dibutuhkan oleh Sarah.
Foto: Starvision Plus
Anak pertama saya saat ini sudah berusia 11 tahun, sedikit lagi menginjakkan kakinya di masa remaja. Saya, siap tak siap, mesti berhadapan dengan situasi ia akan terpapar banyak hal terutama pornografi.
Saya membayangkan bagaimana saya akan bersikap ketika mendapatinya sedang menonton video bokep. Saya tak bisa membayangkan bagaimana saya akan bertindak bila suatu saat anak saya ternyata menjadi kecanduan dengan pornografi.
Tapi yang paling mengerikan sebenarnya adalah bagaimana kita menyiapkan mental berhadapan dengan anak-anak perempuan kita yang mulai mengalami fase ketertarikan seksual pada lawan jenisnya. Sementara di sekolah, soal seks masih sangat tabu dibicarakan. Di kalangan orang tua tertentu pun masih ada saja yang sulit membicarakannya secara terbuka.
Foto: Starvision Plus
Like & Sharememperlihatkan hal terburuk yang mungkin terjadi pada anak-anak kita. Apa jadinya ketika suatu saat mereka berkenalan dengan seorang laki-laki yang jauh lebih tua dan berpengalaman darinya, merasakan cinta pertama (yang ternyata palsu), membiarkan dirinya termakan rayuan dan merelakan hal paling esensial dari dirinya direnggut begitu saja? Bagaimana kita akan bersikap sebagai orang tua ketika berhadapan dengan masalah seburuk ini?
Lihat Juga :