CERMIN: Perihal Hidup, Mati, dan Hal-Hal di Antaranya

Rabu, 28 Desember 2022 - 16:11 WIB
Miniseri From Scratch awalnya bagai kisah Cinderella, hingga muncul kisah menyedihkan di antara cerita bahagianya. Foto/Netflix
JAKARTA - Tahun 1993. Saya menikmati masa remaja sebagai siswa kelas 1 SMA, dan ibu saya meninggal mendadak karena kecelakaan mobil.

Umur manusia tak ada yang tahu. Subuh itu, ibu saya membangunkan saya dan adik laki-laki saya. Masih dengan mengenakan mukena, ia meminta saya menjaga adik. Lalu pukul 10 pada pagi harinya, seseorang datang ke kelas saya dan memberitahukan bahwa ibu saya mengalami kecelakaan.



Dunia saya runtuh seketika. Saya kehilangan pegangan. Hampir dua minggu saya kehilangan gairah hidup. Rumah menjadi terasa berbeda ketika ia kehilangan pusatnya.

Sejak itu saya mulai berdamai dengan soal-soal terkait kematian. Maka ketika menyaksikan miniseri From Scratchdi Netflix, saya memahami perasaan-perasaan yang muncul ketika membicarakan soal hidup, kematian dan hal-hal di antaranya. Perasaan kehilangan, pasrah, dan keteguhan hati yang akhirnya muncul hampir selalu membuat kita melihat kematian dengan cara berbeda.



Foto: Netflix

Saya ingin merasakan yang dialami Amy. Bertualang ke Italia dengan niat berapi-api untuk menyelami dunia seni tapi justru membuatnya menyelami jatuh cinta sedalam-dalamnya. Dan cinta sesaat membutakan mata dan dalam beberapa lama kadang mematikan mimpi.

Amy mengalami semuanya. Ia tergila-gila dengan Italia, dengan sejarah, gedung-gedung megah nan cantik, dengan sajian makanan lezat dan dengan seorang pria ganteng bernama Lino.

Baca Juga: CERMIN: Nostalgia Bersama Whitney Houston

Sesaat kita merasakan seperti berada dalam kisah Cinderella modern. Sang putri akhirnya bertemu pangeran impiannya. Yang tak hanya ganteng tapi juga lihai merebut hati kekasihnya melalui masakan. Yang tak hanya ganteng tapi juga memperlakukannya dengan manis dan sopan. Seorang pangeran dengan sifat yang nyaris tak bercela.

Tapi kita tahu sesungguhnya kisah Cinderella itu mungkin saja hanya mitos. Ia bisa saja hanyalah bunga-bunga tidur yang lantas ditulis agar kelak diimpikan oleh remaja putri di seluruh negeri. Dan bisa jadi kisah itu terus dibicarakan ulang hingga hari ini karena ia memberi harapan dan mimpi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!