CERMIN: Kisah Saeed yang Ingin Mati sebagai Martir
Rabu, 18 Januari 2023 - 12:43 WIB
Berbeda dengan Kebo, Somayeh tak menjadi benalu bagi masyarakat di sekitarnya. Ia mencari penghasilan dalam diam dengan caranya sendiri. Ia tak mencari perhatian dalam bentuk apa pun.
Namun ketika Saeed mengeksekusinya, ia tetap hanya menjadi korban tak bernama. Tak ada yang peduli jika ada seorang ayah yang menangisi kematiannya dan seorang anak perempuan berkerudung yang tersedu-sedu mendengar sang kakek membicarakan kematian ibunya.
Foto: Klik Film
Kisah dalam film Holy Spideryang bisa ditonton di Klik Film adalah sebuah tragedi. Sebuah tragedi yang bisa terjadi di manapun, tak hanya di Mashhad, juga di Jakarta.
Ketika malam semakin larut, perempuan-perempuan ini keluar dan berkeliaran menjajakan diri demi uang yang tak seberapa. Yang mungkin hanya cukup untuk makan hari ini. Tapi mereka menempuh risiko berbahaya agar bisa hidup.
Ali Abbasi sebagai sutradara memutuskan mengambil sudut pandang seorang jurnalis perempuan, Rahimi. Seorang perempuan pemberani dengan prinsipnya sendiri. Seorang pemberontak yang membahayakan nyawanya hanya untuk mengekspos si pembunuh berjuluk Spider Killer. Ia adalah seorang pahlawan karena berhasil membuat Saeed tertangkap.
Tapi Saeed juga dianggap sebagai martir oleh pendukungnya. Ia dianggap melakukan pekerjaan suci. Saeed yang selalu merasa hidupnya sia-sia karena ia tak mati di medan perang akhirnya mendapatkan jalur peperangannya sendiri. Ia merasa berada di jalur suci, sebuah jalan menuju surga.
Foto: Klik Film
Lantas siapa sesungguhnya yang bersalah dalam pembunuhan metodis yang mengirim nyawa 16 perempuan tak bersalah ke akhirat? Apakah Saeed yang menghabisi mereka dengan tangan kosong? Ataukah pemerintah yang membiarkan warganya hidup dalam kemiskinan hingga menempuh segala cara untuk hidup?
Namun ketika Saeed mengeksekusinya, ia tetap hanya menjadi korban tak bernama. Tak ada yang peduli jika ada seorang ayah yang menangisi kematiannya dan seorang anak perempuan berkerudung yang tersedu-sedu mendengar sang kakek membicarakan kematian ibunya.
Foto: Klik Film
Kisah dalam film Holy Spideryang bisa ditonton di Klik Film adalah sebuah tragedi. Sebuah tragedi yang bisa terjadi di manapun, tak hanya di Mashhad, juga di Jakarta.
Ketika malam semakin larut, perempuan-perempuan ini keluar dan berkeliaran menjajakan diri demi uang yang tak seberapa. Yang mungkin hanya cukup untuk makan hari ini. Tapi mereka menempuh risiko berbahaya agar bisa hidup.
Ali Abbasi sebagai sutradara memutuskan mengambil sudut pandang seorang jurnalis perempuan, Rahimi. Seorang perempuan pemberani dengan prinsipnya sendiri. Seorang pemberontak yang membahayakan nyawanya hanya untuk mengekspos si pembunuh berjuluk Spider Killer. Ia adalah seorang pahlawan karena berhasil membuat Saeed tertangkap.
Tapi Saeed juga dianggap sebagai martir oleh pendukungnya. Ia dianggap melakukan pekerjaan suci. Saeed yang selalu merasa hidupnya sia-sia karena ia tak mati di medan perang akhirnya mendapatkan jalur peperangannya sendiri. Ia merasa berada di jalur suci, sebuah jalan menuju surga.
Foto: Klik Film
Lantas siapa sesungguhnya yang bersalah dalam pembunuhan metodis yang mengirim nyawa 16 perempuan tak bersalah ke akhirat? Apakah Saeed yang menghabisi mereka dengan tangan kosong? Ataukah pemerintah yang membiarkan warganya hidup dalam kemiskinan hingga menempuh segala cara untuk hidup?
Lihat Juga :