Waspada! Campak Bisa Sebabkan Kebutaan hingga Radang Otak
Sabtu, 21 Januari 2023 - 12:00 WIB
loading...
A
A
A
Berdasarkan data Kemenkes, sudah ada empat provinsi yang melaporkan adanya kasus suspek campak di 2023. Namun, jumlahnya tidak disebutkan karena masih dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di laboratorium.
Sementara di 2022, ada lebih dari 3.341 kasus campak dilaporkan. Hal ini disebabkan karena cakupan imunisasi turun secara signifikan lantaran pandemi Covid-19 menyebabkan banyak anak tidak diimunisasi.
"Untuk kasus untuk 2023 kita agak bisa lebih mengendalikan dan menekan kasus dibandingkan Tahun 2022 lalu. Saat ini ada laporan kasus campak memang masih baru suspek karena belum diperiksa di lab," jelas dr. Yosephine.
"Kita harus confirm di labnya dulu. Ini suspek sudah ada dari NTB, Sumatera Barat, Maluku Utara dan Papua," sambungnya.
Baca Juga: Kemenkes Sebut Campak Penyakit yang Cepat Menular: Dapat Dicegah dengan Imunisasi
Sementara di 2022, ada lebih dari 3.341 kasus campak dilaporkan. Hal ini disebabkan karena cakupan imunisasi turun secara signifikan lantaran pandemi Covid-19 menyebabkan banyak anak tidak diimunisasi.
"Untuk kasus untuk 2023 kita agak bisa lebih mengendalikan dan menekan kasus dibandingkan Tahun 2022 lalu. Saat ini ada laporan kasus campak memang masih baru suspek karena belum diperiksa di lab," jelas dr. Yosephine.
"Kita harus confirm di labnya dulu. Ini suspek sudah ada dari NTB, Sumatera Barat, Maluku Utara dan Papua," sambungnya.
Baca Juga: Kemenkes Sebut Campak Penyakit yang Cepat Menular: Dapat Dicegah dengan Imunisasi
Lihat Juga :