Masyarakat Indonesia Kurang Peduli Lakukan Sadari untuk Cegah Kanker Payudara
Sabtu, 21 Januari 2023 - 14:35 WIB
loading...
Sampai saat ini masyarakat Indonesia kurang peduli melakukan pemeriksaan payudara sendiri (Sadari). Padahal, cara ini bisa membantu mencegah kanker payudara. Foto/Getty Images
A
A
A
JAKARTA - Sampai saat ini masyarakat Indonesia khususnya para perempuan masih kurang peduli melakukan pemeriksaan payudara sendiri (Sadari) . Padahal, cara ini bisa membantu mencegah kanker payudara .
Peneliti dan Ahli Herbal dari Kementerian Kesehatan Dr Jusuf Kristianto MM MHA MPH PhD mengatakan bahwa tak hanya masyarakat biasa, bidan dan perawat juga jarang melakukan Sadari.
"Jadi sebetulnya kan saya mengajar perawat dan bidan. Yang menarik meskipun mereka bidan dan perawat mereka diajarin breast care, mereka jarang melakukan Sadari," kata Jusuf dalam acara seminar dan deteksi dini kanker payudara di Pelataran FIB UI, Sabtu (21/1/2023).
"Meskipun mereka tahu kalau tidak dilakukan sangat berisiko. Makanya saya rajin edukasi cancer support untuk lakukan Sadari sehingga bisa deteksi dini," sambungnya.
Baca Juga: Merokok Tingkatkan Risiko Kanker Payudara, Kasus Baru di Indonesia Tembus 68.858 Jiwa
Pada dasarnya, Sadari bisa dilakukan setelah menstruasi dan saat mandi. Sementara itu, berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), ada 2,3 juta perempuan di dunia mengidap kanker payudara.
Parahnya, 70 persen pasien kanker baru menjalani pengobatan pada saat stadium akhir. Karena itu, penting untuk melakukan Sadari.
Peneliti dan Ahli Herbal dari Kementerian Kesehatan Dr Jusuf Kristianto MM MHA MPH PhD mengatakan bahwa tak hanya masyarakat biasa, bidan dan perawat juga jarang melakukan Sadari.
"Jadi sebetulnya kan saya mengajar perawat dan bidan. Yang menarik meskipun mereka bidan dan perawat mereka diajarin breast care, mereka jarang melakukan Sadari," kata Jusuf dalam acara seminar dan deteksi dini kanker payudara di Pelataran FIB UI, Sabtu (21/1/2023).
"Meskipun mereka tahu kalau tidak dilakukan sangat berisiko. Makanya saya rajin edukasi cancer support untuk lakukan Sadari sehingga bisa deteksi dini," sambungnya.
Baca Juga: Merokok Tingkatkan Risiko Kanker Payudara, Kasus Baru di Indonesia Tembus 68.858 Jiwa
Pada dasarnya, Sadari bisa dilakukan setelah menstruasi dan saat mandi. Sementara itu, berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), ada 2,3 juta perempuan di dunia mengidap kanker payudara.
Parahnya, 70 persen pasien kanker baru menjalani pengobatan pada saat stadium akhir. Karena itu, penting untuk melakukan Sadari.
Lihat Juga :