Merokok Tingkatkan Risiko Kanker Payudara, Kasus Baru di Indonesia Tembus 68.858 Jiwa

Kamis, 17 November 2022 - 07:48 WIB
loading...
Merokok Tingkatkan Risiko Kanker Payudara, Kasus Baru di Indonesia Tembus 68.858 Jiwa
Merokok dikaitkan dengan risiko kanker payudara yang lebih tinggi pada beberapa orang. Foto/Dok.Ist
A A A
JAKARTA - Kanker payudara adalah jenis kanker yang paling umum, dan salah satu penyebab utama kematian terkait kanker di seluruh dunia. Merokok dikaitkan dengan risiko kanker payudara yang lebih tinggi pada beberapa orang.

Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), Lenny N. Rosalin menyebutkan bahwa pada tahun 2020 jumlah kasus baru kanker payudara di Indonesia mencapai 68.858 kasus (16,6%) dari total 396.914 kasus, dengan jumlah kematian mencapai lebih dari 22 ribu jiwa (Globocan WHO, 2020).

Menurut data persentase kasus kanker terhadap penduduk Indonesia (Balitbangkes, 2019), kanker payudara memiliki persentase 19, 18 persen.

Terjadinya kanker payudara ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor risiko, yang salah satunya adalah merokok. Bagi Anda perokok aktif maupun pasif hal ini patut diwaspadai.

Baca Juga: Cara Sederhana untuk Cegah Kanker Payudara

Merokok sendiri dapat meningkatkan risiko kanker, karena bahan kimia tertentu dalam produk tembakau dapat menyebabkan pertumbuhan sel yang tidak terkendali di dalam tubuh seseorang.

Meskipun merokok tidak dianggap sebagai penyebab langsung kanker payudara, merokok dikaitkan dengan risiko yang lebih tinggi pada beberapa orang.

Sebuah Studi pada tahun 2017 menemukan bahwa merokok dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker payudara yang sederhana namun signifikan pada wanita tertentu dilansir dari Medical News Today (16/11/2022), termasuk:

* Wanita yang mulai merokok pada masa remaja, atau pada usia 17 tahun

* Wanita yang mulai merokok sebelum atau pada saat menstruasi pertama mereka
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1436 seconds (10.101#12.26)