6 Fakta The Last of Us, Serial HBO yang Viral di Awal 2023
Kamis, 26 Januari 2023 - 22:03 WIB
loading...
A
A
A
“Itu adalah nasib yang lebih buruk ketimbang kematian. Ada sesuatu yang cantik dan menarik tentang gambar jamur itu dan betapa berwarna dan halusnya jamur itu. Tapi, lalu kalian tahu kalau jamur itu tumbuh di setiap pori-pori serangga itu. Kami menginginkan kekontrasan antara keeleganan dan kehalusan melawan kemarahan, rasa sakit, dan rasa jijik karena dikendalikan parasite,” kata Bruce kepada VentureBeat.
![6 Fakta The Last of Us, Serial HBO yang Viral di Awal 2023]()
Foto: GameHub
Salah satu hal yang paling mencolok di The Last of Us adalah perbedaan antara game dan serialnya. Perbedaan ini tidak disajikan secara langsung, tapi bertahap. Meski signifikan, tapi, perbedaan itu justru memperkaya ceritanya. Perbedaan paling mencolok antara serial dan game The Last of Us adalah lini masanya.
Di game, The Last of Us berlatar pada 2013, sekitar waktu game itu dirilis. Setelah kematian Sarah, game itu lalu pindah ke 20 tahun di masa depan dan dunia sudah diobrak-abrik Clickers. Tapi, serial TV-nya mengubah lini masa ini. Di serialnya, kekacauan itu dimulai pada 2003.
![6 Fakta The Last of Us, Serial HBO yang Viral di Awal 2023]()
Foto: Insider
Salah satu perbedaan terbesar antara game dan serial The Last of Us adalah asal usul wabah infeksi Cordyceps. Di game, infeksi itu dimulai dari Amerika Selatan. Sementara, di serial, infeksi itu berawal dari Jakarta, Indonesia. Ini sesuatu yang baru karena Indonesia, atau Jakarta, khususnya, tidak pernah terlibat di game tersebut.
Perubahan asal usul wabah dari Amerika Selatan menjadi Asia itu ada penjelasannya. Jamur Cordyceps lebih banyak ditemukan di Asia ketimbang Amerika Selatan. Jamur itu menyerang hasil panen. Dipilihnya Jakarta dianggap lebih masuk akal ketimbang Amerika Selatan secara ilmiah.
![6 Fakta The Last of Us, Serial HBO yang Viral di Awal 2023]()
Foto: IndieWire
Terlibatnya Jakarta di serial The Last of Us ini membuat serial itu melibatkan aktor asal Indonesia. Di serial ini, Christine Hakim berperan sebagai Ratna, seorang dosen Mikologi—ilmu tentang jamur—di Universitas Indonesia. Sepanjang kariernya, Ratna telah meneliti jamur tersebut.
Ketika dimintai tolong untuk mengidentifikasi infeksi jamur itu pada manusia, Ratna sempat keheranan. Ini karena jamur itu tidak bisa bertahan di tubuh manusia. Tapi, ketika dia melihatnya sendiri, Ratna jadi ketakutan. Satu-satunya solusi yang dia tawarkan adalah membom Jakarta.
3. Ada Perbedaan Lini Masa Antara Game dan Serialnya

Foto: GameHub
Salah satu hal yang paling mencolok di The Last of Us adalah perbedaan antara game dan serialnya. Perbedaan ini tidak disajikan secara langsung, tapi bertahap. Meski signifikan, tapi, perbedaan itu justru memperkaya ceritanya. Perbedaan paling mencolok antara serial dan game The Last of Us adalah lini masanya.
Di game, The Last of Us berlatar pada 2013, sekitar waktu game itu dirilis. Setelah kematian Sarah, game itu lalu pindah ke 20 tahun di masa depan dan dunia sudah diobrak-abrik Clickers. Tapi, serial TV-nya mengubah lini masa ini. Di serialnya, kekacauan itu dimulai pada 2003.
4. Ada Peran Jakarta di Serial The Last of Us

Foto: Insider
Salah satu perbedaan terbesar antara game dan serial The Last of Us adalah asal usul wabah infeksi Cordyceps. Di game, infeksi itu dimulai dari Amerika Selatan. Sementara, di serial, infeksi itu berawal dari Jakarta, Indonesia. Ini sesuatu yang baru karena Indonesia, atau Jakarta, khususnya, tidak pernah terlibat di game tersebut.
Perubahan asal usul wabah dari Amerika Selatan menjadi Asia itu ada penjelasannya. Jamur Cordyceps lebih banyak ditemukan di Asia ketimbang Amerika Selatan. Jamur itu menyerang hasil panen. Dipilihnya Jakarta dianggap lebih masuk akal ketimbang Amerika Selatan secara ilmiah.

Foto: IndieWire
Terlibatnya Jakarta di serial The Last of Us ini membuat serial itu melibatkan aktor asal Indonesia. Di serial ini, Christine Hakim berperan sebagai Ratna, seorang dosen Mikologi—ilmu tentang jamur—di Universitas Indonesia. Sepanjang kariernya, Ratna telah meneliti jamur tersebut.
Ketika dimintai tolong untuk mengidentifikasi infeksi jamur itu pada manusia, Ratna sempat keheranan. Ini karena jamur itu tidak bisa bertahan di tubuh manusia. Tapi, ketika dia melihatnya sendiri, Ratna jadi ketakutan. Satu-satunya solusi yang dia tawarkan adalah membom Jakarta.
Lihat Juga :