Mengenal Aritmia, Gangguan Fungsi Jantung yang Sering Dialami Anak Muda

Senin, 30 Januari 2023 - 23:55 WIB
loading...
Mengenal Aritmia, Gangguan...
Aritmia adalah gangguan fungsi jantung akibat aktivitas listrik jantung yang abnormal. Artinya, detak jantung bisa tidak teratur, lebih cepat, atau lebih lambat dari normalnya. Foto/Ilustrasi/Ist
A A A
JAKARTA - Aritmia adalah gangguan fungsi jantung akibat aktivitas listrik jantung yang abnormal. Artinya, detak jantung bisa tidak teratur, lebih cepat, atau lebih lambat dari normalnya.

Menurut Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan Aritmia Heartology Cardiovascular Center dr Sunu Budhi Raharjo, SpJP(K) pada kondisi istirahat, detak jantung normal itu berkisar antara 60 hingga 100 kali per menit.

Nah, soal gejala aritmia jantung yang paling sering terjadi pada anak muda, kata dr Sunu, itu adalah jantung berdebar-debar. Gejala lain bisa berupa dada tidak nyaman, sesak napas, cepat capek, atau kliyengan. Pada kondisi lebih serius, aritmia jantung dapat menyebabkan stroke, sering pingsan, bahkan kematian mendadak.

"Pada anak muda, gejala aritmia yang paling umum terjadi adalah jantung berdebar-debar. Jadi, kalau jantung sering berdebar tanpa alasan pasti, ada baiknya lakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan terdekat," kata dr Sunu saat ditemui di Hotel Horison Jakarta Selatan, Senin (30/1/2023).

Baca Juga: Ganggu Fungsi Jantung, Jauhkan Anak-Anak dari Paparan Asap Rokok

Untuk pemeriksaannya sendiri, lanjut dr Sunu, biasanya akan dilakukan rekam jantung menggunakan elektrokardiografi (EKG). Selain itu, kadang diperlukan juga perekaman kontinyu selama beberapa hari, supaya mampu mendeteksi gangguan aritmia yang diderita dengan alat Holter Monitor.

Dokter Sunu menjelaskan, dirinya belum lama ini mendapat satu kasus aritmia pada anak muda. Dia berjenis kelamin laki-laki berusia 30 tahun dengan keluhan jantung berdebar yang dirasakan sudah setahun lalu. "Namun, rekaman EKG sering ditemukan normal," jelasnya.

Perekaman irama jantung secara kontinyu selama 24 jam berhasil mendeteksi adanya aritmia yang berupa denyut ekstra sebanyak hampir 25% dari keseluruhan denyut jantungnya.

Dokter Sunu melanjutkan, obat-obat sudah dikonsumsi, bahkan tindakan kateter ablasi sudah diupayakan di kota lain. Namun, keluhan belum membaik. Berdasarkan laporan pasien, kegiatan dan pekerjaan sehari-hari sangat terganggu dengan penyakitnya ini.

"Setelah melalui pemeriksaan menyeluruh, akhirnya kami memutuskan untuk melakukan tindakan kateter ablasi 3 dimensi untuk hasil yang lebih presisi dan maksimal," ungkapnya.

Kateter ablasi adalah tindakan intervensi non-bedah dengan menggunakan kateter yang digunakan untuk memandu dokter memetakan, melokalisir, dan menghancurkan jaringan penyebab impuls listrik tidak normal pada jantung.

"Pada pasien tersebut, setelah dilakukan ablasi konvensional, gangguan irama jantungnya belum membaik. Namun, dengan teknologi 3D, Alhamdulillah gangguan aritmia-nya berhasil disembuhkan, sehingga kualitas hidup pasien jauh lebih nyaman dan beliau tidak perlu minum obat lagi," papar dr Sunu.
(hri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tio Pakusadewo Ungkap...
Tio Pakusadewo Ungkap Gejala Aneh Sebelum Alami Gangguan Jantung: Cegukan 2 Bulan Gak Berhenti!
Widyawati Pantau Tio...
Widyawati Pantau Tio Pakusadewo dari Grup WA, Bersyukur Kondisinya Kini Membaik
Dewi Perssik Bagikan...
Dewi Perssik Bagikan Kabar Terbaru Tio Pakusadewo usai Dirawat Akibat Gangguan Jantung
Kanker Payudara Tertinggi...
Kanker Payudara Tertinggi di Inggris dan RI, Ini Penjelasan Dokter
Gelar Skrining Penyakit...
Gelar Skrining Penyakit Jantung Bawaan, PERKI Targetkan Siswa SD dan Pesantren
Mengenal Dry January,...
Mengenal Dry January, Tantangan Sebulan Tanpa Alkohol dan Manfaatnya bagi Tubuh
Menkes Ungkap Ada Gap...
Menkes Ungkap Ada Gap Tinggi Penghasilan Dokter Spesialis: di Bone Rp3 Juta, di Mahakam Ulu Rp80 Juta
Dokter Spesialis Sebut...
Dokter Spesialis Sebut Kerusakan Mata Andrie Yunus Bersifat Permanen
Cerita Istiqomah Katin,...
Cerita Istiqomah Katin, Lulus Dokter Spesialis Termuda UGM Usia 28 Tahun
Rekomendasi
Mandiri Tunas Finance...
Mandiri Tunas Finance dan APPI Beri Pelatihan Strategi Keuangan bagi UMKM
Peradi SAI Siap Jembatani...
Peradi SAI Siap Jembatani Dunia Usaha dan Hukum dalam Pelaksanaan KUHP Baru
Ketua Komisi I DPRK...
Ketua Komisi I DPRK Mimika: Perlindungan Warga Sipil Papua Butuh Kolaborasi
Berita Terkini
Nyaris Kaya Mendadak,...
Nyaris Kaya Mendadak, Driver Ojol Tak Menyangka Temuan Ini Disebut Jeratan Gaib
Miyako Gelar Lomba Desain,...
Miyako Gelar Lomba Desain, Ajak Mahasiswa Berkreasi dan Dukung Pendidikan di NTT
Tantri Kotak Beberkan...
Tantri Kotak Beberkan Awal Mula Jadi Korban Penipuan, Bermula dari Teman Sekolah Anak
Insting Buruknya Jadi...
Insting Buruknya Jadi Nyata! Pengemudi Ojol Ngaku Jadi Target Ilmu Hitam hingga Alami Kecelakaan
Sinopsis Sinetron Tobat...
Sinopsis Sinetron 'Tobat Jatuh Cinta' Eps 4: Tingkah Lucu Warga Kampung Sindang Barang Tetap Mewarnai Suasana
Sarwendah Undang Ruben...
Sarwendah Undang Ruben Onsu Bertemu 11 Juli, Konflik Keluarga Diharapkan Berakhir Damai
Infografis
Pendidikan Sugiono,...
Pendidikan Sugiono, Anak Ideologis Prabowo yang Jadi Sekjen Gerindra
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved