Kisah Rika, Peternak Burung Kicau yang Sukses Raup Banyak Cuan dari Penangkaran Murai Batu

Selasa, 31 Januari 2023 - 11:40 WIB
loading...
Kisah Rika, Peternak...
Rika, pemilik sebuah penangkaran, seperti membangun kerajaan burung kicau berjenis murai batu. Foto/Tangkapan Layar YouTube Tanilink TV
A A A
JAKARTA - Burung kicau bakal membawa cuan jika benar-benar dipelihara dengan baik, apalagi sampai diternak. Namun di balik pundi-pundi rupiah yang menanti, merawat burung kicau tak semudah yang dibayangkan alias butuh ketelatenan.

Setidaknya itulah yang dijalankan oleh Rika, pemilik penangkaran Murai Baru TAS (Tiga Anak Sukses) BF. Berlokasi di Mojokerto, Jawa Timur, Rika seperti membangun 'kerajaan' burung kicau berjenis murai batu.

Tak tanggung-tanggung, Rika sampai memiliki sebuah bangunan tiga lantai meliputi 150 kandang. Setiap kandang diisi mulai dari sepasang burung, sampai burung-burung kicau murai batu yang dibiarkan hidup berkoloni.

Baca Juga: Ini Mitos-Mitos Burung Perkutut yang Berkembang dan Masih Dipercaya di Jawa

Dari banyaknya burung yang diternak sejak 2016, bisa dikatakan sosok Rika ini memang memiliki passion pada bidang tersebut. Ya, Rika mengaku, selain melihat keuntungan besar dari burung murai, ia merasa merawat burung kicau adalah hobi.

"Satu hobi, lihat sekitar banyak yang suka, dan melihat harga murai itu stabil terus, akhirnya saya tertarik" kata Rika, dikutip dari kanal YouTube Tanilink TV, Selasa (31/1/2023).

Tapi perlu diingat, modal Rika untuk menjadi peternak burung kicau murai batu bukan sekedar uang, keberanian, atau hobi saja. Ia juga belajar banyak hal seperti faktor kesuksesan, apa yang bisa membuat burung nyaman, hingga memahami betul risiko atau masalah yang dia dihadapi.

Faktor Sukses Bangun Penangkaran Burung
Kisah Rika, Peternak Burung Kicau yang Sukses Raup Banyak Cuan dari Penangkaran Murai Batu

Foto/YouTube Tanilink TV

Mengelola ratusan burung murai batu dikatakan Rika membutuhkan kesabaran dan ketelatenan. Jika dua hal itu tak dipenuhi, tentu dia akan merasa kesulitan.

Pasalnya, Rika menjelaskan, setiap burung memiliki karakter masing-masing. Sebagai peternak burung, dia harus mampu memahami satu per satu keunikan karakter burung.

"Ada burung yang nggak suka ramai, macem-macem. Stres sedikit bisa mati burung itu. Harus teliti," kata Rika.

Ketika mampu merawat, sampai pada tahap menjodohkan, bertelur, dan keluarlah anak burung murai batu yang sehat hingga dewasa, semua itu pada akhirnya menjadi sebuah kepuasan bagi Rika.

Baca Juga: 5 Artis yang Hobi Memelihara Burung, Nomor 3 Koleksinya 200 Ekor Lebih

Pakan dan Kandang Tak Boleh Sembarangan

Kisah Rika, Peternak Burung Kicau yang Sukses Raup Banyak Cuan dari Penangkaran Murai Batu

Foto/YouTube Tanilink TV

Rika berusaha semaksimal mungkin memberikan suasana layaknya alam sungguhan meskipun burung murai batu hidup dalam kandang. Pemberian pakan maupun kandang diperhatikan sedemikian rupa agar burung-burung itu nyaman.

Dalam pemilihan jenis pakan, Rika hanya memilih yang bersumber dari alam. Misalnya jangkrik dan ulat hongkong.

Sementara untuk kandang burungnya, disediakan kamar-kamar terbuka dengan sirkulasi udara yang mumpuni. Rika tak ingin burung-burung murai batu miliknya sampai kepanasan dan stres dalam kandang.

"Kandang ini kami sesuaikan dengan alam, nyaman untuk kami, burung, pengunjung ke sini nyaman, jadi nggak panas. Fasilitas di sini, dengan suasananya, sirkulasi udara yang tepat untuk burung itu sendiri (sangat diperhatikan), jadi mereka betah di situ," ujar Rika.

Tak berhenti sampai di sana, usaha Rika membuat nuansa alam pada kandang pun terletak dari hujan buatan yang dihadirkan. Rika mengaku hal ini bertujuan supaya di kala cuaca panas, kandang burung murai batu bakal tetap sejuk.

Perjodohan Sesuai Karakter
Kisah Rika, Peternak Burung Kicau yang Sukses Raup Banyak Cuan dari Penangkaran Murai Batu

Foto/YouTube Tanilink TV

Ada hal unik di penangkaran Murai Batu TAS BF milik Rika. Burung-burung di sana melalui fase perjodohan.

Tak sembarangan menjodohkan burung, Rika biasanya akan melihat terlebih dulu karakter masing-masing betina dan jantan. Mengapa sampai harus disesuaikan betul karakter dua burung tersebut?

"Karena masing-masing burung ini tidak sama karakternya, sama seperti manusia. Tapi ada juga yang gampang burungnya, sama siapa pun dia oke," ucap Rika.

Apabila salah menjodohkan burung yang tidak cocok, Rika akan kehilangan salah satu burung. Ya, ketidakcocokan burung membuat mereka bertengkar dan bahkan dihajar sampai mati.

Baca Juga: Menelusuri Asal-Usul Burung, Berevolusi Lambat Sejak Zaman Jurassic

Tantangan


Tak mungkin sebuah usaha berjalan mulus semulus-mulusnya. Pasti ada masalah muncul di tengah perjalanan.

Begitu pula yang dialami oleh Rika. Bagi Rika, ada banyak risiko dalam merawat burung-burung murai batu, antara lain stres, penyakit tetelo, serta gangguan dari luar.

Gangguan dari luar ini semacam kerasnya suara petir yang dapat membuat burung stres dan lain sebagainya. Tapi Rika mengaku, masalah yang kerap dia dapati berkaitan dengan burung-burung mengalami tetelo.

Melihat dari beberapa sumber, penyakit tetelo pada murai batu biasakan bakal membuat mereka berkelakuan aneh seperti berputar-putar, gemetar, sulit bernapas, baruk, dan turunnya nafsu makan. Penyakit ini banyak menyerang industri peternakan, khususnya unggas.

Rika menjelasakn, sumber penyakit ini adalah virus dan faktornya bermacam-macam. Maka itu, guna menghindari penyakit tersebut, Rika begitu menaruh perhatian pada makanan sampai kadang.

Apa pun kesulitan yang datang, Rika tetap menanganinya dengan sabar dan telaten. Pada akhirnya, semua itu bakal berbuah manis.

Ya, bayangkan saja, satu ekor burung murai batu bisa dihargai Rp2 juta sampai Rp3 jutaan. Jadi begitulah, dari tahun 2016 Rika bisa tetap mempertahankan kesuksesannya sampai sekarang.
(tsa)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perjalanan Abdu Sholeh...
Perjalanan Abdu Sholeh Tinggalkan Marketing untuk Bangun Pusat Susu
Rekomendasi Bisnis Menjanjikan...
Rekomendasi Bisnis Menjanjikan bagi Pemula ala Firda Khaerunnisa
Sukses di Usia Muda:...
Sukses di Usia Muda: dari Lensa Kamera, Ferdi Sulap Hobi Jadi Bisnis Jutaan dengan Alasfotoprops dan Dukungan Shopee
Kisah Sukses Intresse:...
Kisah Sukses Intresse: Menenun Budaya dalam Mode bersama Shopee, Inspirasi Usia Muda
Kisah Rosna, Penenun...
Kisah Rosna, Penenun Songket dari Solok yang Menembus Pasar Global
Kisah Sukses Huda Maulana...
Kisah Sukses Huda Maulana Ismail, Dirikan Lapakhuda dari Hobi
Peneliti UNEJ Ungkap...
Peneliti UNEJ Ungkap Keunikan Puyuh Gonggong, Fauna Endemik Jember yang Rentan Punah
Burung Merpati Punya...
Burung Merpati Punya GPS Canggih Alamiah Melebihi Teknologi Buatan Manusia
Dari Jualan Gorengan...
Dari Jualan Gorengan Keliling hingga Jadi CEO Republic Laptop, Ini Kisah Perjuangan Bayu Aji
Rekomendasi
3 Turnamen Sepak Bola...
3 Turnamen Sepak Bola Putri Bertajuk Womens Soccer Trilogy 2026 Siap Digelar di Kudus
Piala Dunia 2026: Jepang...
Piala Dunia 2026: Jepang 2 Kali Koyak Gawang Tunisia di Babak Pertama
Tamaris Hidro Bidik...
Tamaris Hidro Bidik Dana Rp1 Triliun lewat Sukuk Ijarah
Berita Terkini
Ultah ke-34, Ayu Ting...
Ultah ke-34, Ayu Ting Ting Pamer Momen Romantis Bareng Kevin Gusnadi
Anang Hermansyah Kompak...
Anang Hermansyah Kompak Wisuda Bareng Ashanty dan Azriel di UNAIR, Raih Gelar S2 dan S3
Audisi DMD Panggung...
Audisi DMD Panggung Rezeki MNCTV Buka Jalan Penyanyi Dangdut Daerah Menuju Panggung Nasional
Kelab Pantai Favorit...
Kelab Pantai Favorit di Bali, Klive Beach Club Menjadi Ikon Baru Uluwatu
Audisi DMD Panggung...
Audisi DMD Panggung Rezeki MNCTV di Mojokerto Diserbu Peserta dari Berbagai Daerah
Sarwendah Bantah Rugi...
Sarwendah Bantah Rugi Rp20 Miliar, Sebut Masih Banyak Brand yang Bekerja Sama
Infografis
5 Artis Indonesia Punya...
5 Artis Indonesia Punya Gelar S3, Ada yang Sukses Menjadi Dosen
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved