Review Film Babylon: Panjang, Lamban, dan Membosankan
Jum'at, 03 Februari 2023 - 19:27 WIB
loading...
A
A
A
Cerita mereka sebenarnya saling terkait satu sama lain. Manny-lah penghubung mereka. Tapi, cerita Jack dan Nellie sangatlah berbeda. Jack harus menghadapi masalah kehidupan pribadinya yang suka kawin cerai. Sementara, Nellie dengan star syndrome-nya yang sebenarnya tidak terlalu dieksplorasi dengan pas. Sebagian besar film ini berfokus pada Jack. Sementara, Manny pergi sana ke mari.
Masalah sudah diperkenalkan di pertengahan film, tapi tidak dieksplorasi dengan baik. Film ini tetap sibuk dengan busur cerita karakter yang malah tidak menarik. Masalah yang membelit karakter-karakter ini adalah masuknya teknologi suara untuk film. Itu artinya, bintang film bisu seperti Jack dan Nellie terancam kariernya.
![Review Film Babylon: Panjang, Lamban, dan Membosankan]()
Foto: British GQ
Ketika ancaman itu jadi nyata dan karakter-karakter ini berjuang beradaptasi, film ini malah tidak mengeksplorasi perjuangan mereka beradaptasi. Sekali lagi, malah sibuk mempertontonkan cara membuat film. Sementara, bagaimana cara dua bintang film itu mengatasi masalah itu tidak ditunjukkan. Film ini memilih berfokus pada Manny yang sudah jadi eksekutif studio.
Menjelang akhir film, narasinya jadi tambah kacau. Film ini terlihat berusaha mencari pijakan untuk mengakhiri film tersebut. Konflik pun dibangun lagi dengan menghadirkan karakter antagonis. Tapi, karena sudah terlalu lama, ini sudah tidak lagi menarik. Alih-alih, malah terlihat dipaksakan dan tidak masuk akal.
Babylon berusaha menampilkan sisi glamor Hollywood di era 20-an. Meski banyak yang relate, tapi narasinya yang kacau dan ke mana-mana membuat film ini jadi membosankan. Durasinya yang panjang membuatnya jadi melelahkan dan tidak menarik. Tidak ada konflik dengan antagonis bersama dari awal sampai akhir film ini. Sosok Don Wallach yang seharusnya bisa menjadi antagonis pun tidak ditampilkan seperti itu.
![Review Film Babylon: Panjang, Lamban, dan Membosankan]()
Foto: The Hollywood Reporter
Masalah sudah diperkenalkan di pertengahan film, tapi tidak dieksplorasi dengan baik. Film ini tetap sibuk dengan busur cerita karakter yang malah tidak menarik. Masalah yang membelit karakter-karakter ini adalah masuknya teknologi suara untuk film. Itu artinya, bintang film bisu seperti Jack dan Nellie terancam kariernya.

Foto: British GQ
Ketika ancaman itu jadi nyata dan karakter-karakter ini berjuang beradaptasi, film ini malah tidak mengeksplorasi perjuangan mereka beradaptasi. Sekali lagi, malah sibuk mempertontonkan cara membuat film. Sementara, bagaimana cara dua bintang film itu mengatasi masalah itu tidak ditunjukkan. Film ini memilih berfokus pada Manny yang sudah jadi eksekutif studio.
Menjelang akhir film, narasinya jadi tambah kacau. Film ini terlihat berusaha mencari pijakan untuk mengakhiri film tersebut. Konflik pun dibangun lagi dengan menghadirkan karakter antagonis. Tapi, karena sudah terlalu lama, ini sudah tidak lagi menarik. Alih-alih, malah terlihat dipaksakan dan tidak masuk akal.
Babylon berusaha menampilkan sisi glamor Hollywood di era 20-an. Meski banyak yang relate, tapi narasinya yang kacau dan ke mana-mana membuat film ini jadi membosankan. Durasinya yang panjang membuatnya jadi melelahkan dan tidak menarik. Tidak ada konflik dengan antagonis bersama dari awal sampai akhir film ini. Sosok Don Wallach yang seharusnya bisa menjadi antagonis pun tidak ditampilkan seperti itu.

Foto: The Hollywood Reporter
Lihat Juga :