Review Film Babylon: Panjang, Lamban, dan Membosankan
Jum'at, 03 Februari 2023 - 19:27 WIB
loading...
Babylon lambat, panjang, kacau, dan membosankan. Komedinya garing dan dipaksakan. Sementara act terakhirnya memperlihatkan narasinya mencari akhir yang pas. (Foto: Filmaffinity)
A
A
A
Babylon menjadi usaha Damien Chazelle untuk menceritakan tentang sejarah perfilman di Hollywood. Dari latar, cerita, dan semuanya, film ini jelas dibuat untuk masuk nominasi Oscar. Faktanya, film ini memang masuk nominasi Oscar untuk tiga kategori, yaitu Desain Kostum Terbaik, Penata Musik Terbaik, dan Desain Produksi Terbaik.
Film ini dibuka dengan adegan pesta pora di rumah seorang produser ternama di Hollywood. Pesta itu benar-benar bejat dengan orgy dan narkoba di mana-mana. Tapi, dari pesta itulah semua karakter utama di film ini diperkenalkan. Mereka adalah Jack Conrad (Brad Pitt), seorang bintang film terkenal, Nellie LaRoy (Margot Robbie), seorang cewek binal yang berambisi jadi bintang film, dan Manuel “Manny” Torres (Diego Calva), seorang anak imigran asal Meksiko yang ingin bekerja di lokasi syuting.
Film ini berlatar pada 1920-an ketika Hollywood sedang sibuk membuat film bisu dan kemudian datanglah era ketika film bersuara mulai dilirik orang. Perubahan teknologi inilah yang sebenarnya mempengaruhi kehidupan orang-orang di film ini. Dan, sebenarnya, inilah inti dari seluruh cerita yang berjalan sepanjang 3 jam 7 menit ini. Sayang, film ini tidak sesimpel itu dalam bercerita.
Baca Juga: Review Film The Offering: Teror Iblis Pemakan Anak Yahudi
Lebih dari 2 jam pertamanya, film ini sibuk membangun cerita dan karakternya. Tentang Jack yang hobi kawin cerai dan mabuk di lokasi syuting, tapi tetap berpengaruh di dunia perfilman. Nellie yang baru memulai karier sebagai aktris. Dia melesat dari sebagai pemeran figuran menjadi aktris utama berkat aktingnya. Manny yang awalnya bekerja sebagai pelayan di rumah produser terkenal kemudian menjadi asisten Jack.
![Review Film Babylon: Panjang, Lamban, dan Membosankan]()
Foto: Los Angeles Times
Film ini dibuka dengan adegan pesta pora di rumah seorang produser ternama di Hollywood. Pesta itu benar-benar bejat dengan orgy dan narkoba di mana-mana. Tapi, dari pesta itulah semua karakter utama di film ini diperkenalkan. Mereka adalah Jack Conrad (Brad Pitt), seorang bintang film terkenal, Nellie LaRoy (Margot Robbie), seorang cewek binal yang berambisi jadi bintang film, dan Manuel “Manny” Torres (Diego Calva), seorang anak imigran asal Meksiko yang ingin bekerja di lokasi syuting.
Film ini berlatar pada 1920-an ketika Hollywood sedang sibuk membuat film bisu dan kemudian datanglah era ketika film bersuara mulai dilirik orang. Perubahan teknologi inilah yang sebenarnya mempengaruhi kehidupan orang-orang di film ini. Dan, sebenarnya, inilah inti dari seluruh cerita yang berjalan sepanjang 3 jam 7 menit ini. Sayang, film ini tidak sesimpel itu dalam bercerita.
Baca Juga: Review Film The Offering: Teror Iblis Pemakan Anak Yahudi
Lebih dari 2 jam pertamanya, film ini sibuk membangun cerita dan karakternya. Tentang Jack yang hobi kawin cerai dan mabuk di lokasi syuting, tapi tetap berpengaruh di dunia perfilman. Nellie yang baru memulai karier sebagai aktris. Dia melesat dari sebagai pemeran figuran menjadi aktris utama berkat aktingnya. Manny yang awalnya bekerja sebagai pelayan di rumah produser terkenal kemudian menjadi asisten Jack.

Foto: Los Angeles Times
Lihat Juga :