CERMIN: Surat Cinta untuk Sinema
Rabu, 08 Februari 2023 - 15:00 WIB
loading...
A
A
A
Tapi Hollywood dalam Babylonadalah Hollywood hampir 100 tahun silam. Begitu pun kita masih bisa melihat bagaimana mimpi-mimpi tercipta, doa-doa dipanjatkan dan beterbangan di udara, dan pada akhirnya mimpi-mimpi itu terwujud.
![CERMIN: Surat Cinta untuk Sinema]()
Foto: Paramount Pictures
Semua mimpi-mimpi itu terhubung dalam sebuah pesta yang liar dan riuh. Manny Torres yang mengantarkan gajah ke rumah sang eksekutif penyelenggara pesta sebagai salah satu atraksi bertemu tak sengaja dengan Nellie LaRoy.
Si pemuda naif yang bermimpi bekerja di industri film bertemu dengan gadis yang tahu betul sejak awal bahwa ia terlahir sebagai bintang. Dengan segala kerusuhan yang terjadi sepanjang pesta berlangsung, keduanya berkenalan dan akhirnya terhubung.
Dalam pesta itu kita juga akan bertemu dengan superstar Hollywood, Jack Conrad. Takdir mempertemukan ketiganya dan mimpi-mimpi yang sudah lama dipupuk oleh Manny dan Nellie akhirnya terwujud.
Lalu Damien membawa kita masuk ke dunia yang sesungguhnya ingin ia ceritakan lebih banyak: sinema. Kita diajak masuk ke berbagai sisi lokasi syuting dengan segala riuh rendahnya.
Bagi yang memang berkarier dalam dunia film seperti saya, tentu saja ini adalah sebuah petualangan menarik. Kita akan bertemu dengan figuran yang diperlakukan tak layak, sutradara yang gemar bersumpah serapah, set lokasi yang acakadut hingga katering yang sama sekali tak layak untuk figuran. Tapi betapa pun chaotic-nya, kita melihat kecintaan yang besar untuk mempersembahkan yang terbaik untuk sinema.
![CERMIN: Surat Cinta untuk Sinema]()
Foto:Paramount Pictures
Kita juga akan melihat cara para aktor bekerja. Ada Nellie yang baru pertama kali berakting di depan kamera tapi terlihat sudah sangat pro dalam soal akting. Ia bisa menari-nari, merayu, marah-marah, dan menangis dalam sejentik jari sang sutradara. Kita juga melihat Jack yang hobi mabuk bahkan ketika berada di lokasi syuting pun bisa sedemikian profesionalnya ketika kamera sudah mulai bergerak merekamnya.

Foto: Paramount Pictures
Semua mimpi-mimpi itu terhubung dalam sebuah pesta yang liar dan riuh. Manny Torres yang mengantarkan gajah ke rumah sang eksekutif penyelenggara pesta sebagai salah satu atraksi bertemu tak sengaja dengan Nellie LaRoy.
Si pemuda naif yang bermimpi bekerja di industri film bertemu dengan gadis yang tahu betul sejak awal bahwa ia terlahir sebagai bintang. Dengan segala kerusuhan yang terjadi sepanjang pesta berlangsung, keduanya berkenalan dan akhirnya terhubung.
Dalam pesta itu kita juga akan bertemu dengan superstar Hollywood, Jack Conrad. Takdir mempertemukan ketiganya dan mimpi-mimpi yang sudah lama dipupuk oleh Manny dan Nellie akhirnya terwujud.
Lalu Damien membawa kita masuk ke dunia yang sesungguhnya ingin ia ceritakan lebih banyak: sinema. Kita diajak masuk ke berbagai sisi lokasi syuting dengan segala riuh rendahnya.
Bagi yang memang berkarier dalam dunia film seperti saya, tentu saja ini adalah sebuah petualangan menarik. Kita akan bertemu dengan figuran yang diperlakukan tak layak, sutradara yang gemar bersumpah serapah, set lokasi yang acakadut hingga katering yang sama sekali tak layak untuk figuran. Tapi betapa pun chaotic-nya, kita melihat kecintaan yang besar untuk mempersembahkan yang terbaik untuk sinema.

Foto:Paramount Pictures
Kita juga akan melihat cara para aktor bekerja. Ada Nellie yang baru pertama kali berakting di depan kamera tapi terlihat sudah sangat pro dalam soal akting. Ia bisa menari-nari, merayu, marah-marah, dan menangis dalam sejentik jari sang sutradara. Kita juga melihat Jack yang hobi mabuk bahkan ketika berada di lokasi syuting pun bisa sedemikian profesionalnya ketika kamera sudah mulai bergerak merekamnya.
Lihat Juga :