CERMIN: Gairah Masa Muda dari Perempuan yang Sedang Jatuh Cinta
Rabu, 15 Februari 2023 - 15:01 WIB
loading...
Film Dear David menggambarkan gairah anak muda yang jatuh cinta, hingga menimbulkan masalah dramatis. Foto/Netflix
A
A
A
JAKARTA - Tahun 2011. Saya berusia 32 tahun saat anak pertama saya lahir tanpa disangka-sangka. Seorang perempuan yang kelak menghiasi hari-hari saya.
Tahun ini anak pertama saya itu sudah menginjak usia 12 tahun. Dan 3 tahun lagi ia sudah memasuki masa SMA seperti Laras. Dengan segala kemajuan teknologi dan semakin mudahnya akses terhadap hal-hal berbau pornografi. Tentu saja saya sebagai orangtua merasa was-was.
Tentu saja saya juga pernah muda. Saya pernah berada dalam usia seperti Laras, juga David dan Dilla. Salah satu masa terbaik dalam hidup saya dengan segala kegaduhan dan drama di dalamnya. Dan tentu saja seperti Laras, saya juga pernah merasakan gairah masa muda.
Tak ada yang salah dengan gairah. Ada yang mengajak untuk membentengi diri dengan iman, ada yang menyerukan untuk menaklukkannya dengan berolahraga, dan masih sedikit yang secara terbuka menyuarakan pentingnya pendidikan seks untuk anak-anak kita di sekolah.
![CERMIN: Gairah Masa Muda dari Perempuan yang Sedang Jatuh Cinta]()
Foto: Netflix
Dalam film Dear Davidyang tayang di Netflix, gairah adalah sumber dari segala sumber. Laras menyembunyikan gairah rapat-rapat. Ia menuliskan gairahnya dalam cerita berbalut fantasi seksualnya, yang juga hanya ditulisnya untuk dinikmatinya sendiri.
Namun ketika musibah terjadi dan seantero sekolah menghebohkan tulisan yang dianggap berbau pornografi itu, siapa dari kita yang paling pantas menghakimi?
Saya teringat kisah sedih dari Luna Maya saat video pribadinya dengan Ariel tersebar luas pada 2010. Saya mengenal Luna sejak tahun 2004 saat diminta membantu promosi film yang pertama kali menempatkannya sebagai pemeran utama, Bangsal 13.
Tahun ini anak pertama saya itu sudah menginjak usia 12 tahun. Dan 3 tahun lagi ia sudah memasuki masa SMA seperti Laras. Dengan segala kemajuan teknologi dan semakin mudahnya akses terhadap hal-hal berbau pornografi. Tentu saja saya sebagai orangtua merasa was-was.
Tentu saja saya juga pernah muda. Saya pernah berada dalam usia seperti Laras, juga David dan Dilla. Salah satu masa terbaik dalam hidup saya dengan segala kegaduhan dan drama di dalamnya. Dan tentu saja seperti Laras, saya juga pernah merasakan gairah masa muda.
Tak ada yang salah dengan gairah. Ada yang mengajak untuk membentengi diri dengan iman, ada yang menyerukan untuk menaklukkannya dengan berolahraga, dan masih sedikit yang secara terbuka menyuarakan pentingnya pendidikan seks untuk anak-anak kita di sekolah.

Foto: Netflix
Dalam film Dear Davidyang tayang di Netflix, gairah adalah sumber dari segala sumber. Laras menyembunyikan gairah rapat-rapat. Ia menuliskan gairahnya dalam cerita berbalut fantasi seksualnya, yang juga hanya ditulisnya untuk dinikmatinya sendiri.
Namun ketika musibah terjadi dan seantero sekolah menghebohkan tulisan yang dianggap berbau pornografi itu, siapa dari kita yang paling pantas menghakimi?
Saya teringat kisah sedih dari Luna Maya saat video pribadinya dengan Ariel tersebar luas pada 2010. Saya mengenal Luna sejak tahun 2004 saat diminta membantu promosi film yang pertama kali menempatkannya sebagai pemeran utama, Bangsal 13.
Lihat Juga :