CERMIN: Kasih Ibu Sepanjang Jalan
Sabtu, 25 Februari 2023 - 08:28 WIB
loading...
A
A
A
Seperti sebagian besar remaja, kecerewetan ibu masuk ke telinga kanan dan keluar dari telinga kiri. Tapi kecerewetan itu menjadi sesuatu yang dirindukan ketika suatu hari sang ibu, Grace, menghilang secara misterius ketika berlibur bersama kekasihnya.
Tentu saja June kelabakan. Ia tak siap jika ditinggal sang ibu. Tapi ia tak mau menyerah begitu saja. Karena itulah ia gigih menjadi 'detektif online' mencari keberadaan sang ibu.
Ia melacaknya melalui ponsel dan komputer hingga ke Kolombia, tempat sang ibu dan kekasihnya berlibur. Ia bahkan meminta bantuan orang asing yang dikenalnya via aplikasi. Semua dilakukannya dari rumah, dengan intens dan tak kenal lelah.
kita pun menatap layar bioskop dengan gugup ketika pencarian demi pencarian yang dilakukan June hampir selalu menemui jalan buntu.
![CERMIN: Kasih Ibu Sepanjang Jalan]()
Foto: Sony Pictures Releasing
Kisah sang ibu ternyata tak seterang seperti yang kita lihat dalam awal film. Ada bagian tertentu dari hidupnya yang sudah dikuburnya dalam-dalam. Dan ia melakukannya untuk membuka lembaran baru untuknya dan untuk putrinya, June.
Dialog “seorang ibu akan melakukan apa pun untuk anaknya” menjadi kunci bagi kita sebagai penonton untuk menjumpai kisah ini lebih terang benderang kelak.
Missingberusaha menemukan kesegaran dalam segi penceritaan. Skenario memberi ruang bagi kelokan demi kelokan yang membuat penonton gugup, terkaget, bersorak, dan akhirnya lega. Kelokan-kelokan cerita itu yang membuat kita mengapresiasi keuletan Missinguntuk terus berupaya menyenangkan penonton seperti saya yang bosan dengan cerita dari film/serial/miniseri lokal yang begitu-begitu saja.
Dunia film/serial Indonesia saat ini tengah dijangkiti wabah 'miskin ide'. Sebagian besar rumah produksi/layanan streaming besar membuat film adaptasi/remake yang memberi pernyataan seolah kita kekurangan ide cerita.
Tentu saja June kelabakan. Ia tak siap jika ditinggal sang ibu. Tapi ia tak mau menyerah begitu saja. Karena itulah ia gigih menjadi 'detektif online' mencari keberadaan sang ibu.
Ia melacaknya melalui ponsel dan komputer hingga ke Kolombia, tempat sang ibu dan kekasihnya berlibur. Ia bahkan meminta bantuan orang asing yang dikenalnya via aplikasi. Semua dilakukannya dari rumah, dengan intens dan tak kenal lelah.
kita pun menatap layar bioskop dengan gugup ketika pencarian demi pencarian yang dilakukan June hampir selalu menemui jalan buntu.

Foto: Sony Pictures Releasing
Kisah sang ibu ternyata tak seterang seperti yang kita lihat dalam awal film. Ada bagian tertentu dari hidupnya yang sudah dikuburnya dalam-dalam. Dan ia melakukannya untuk membuka lembaran baru untuknya dan untuk putrinya, June.
Dialog “seorang ibu akan melakukan apa pun untuk anaknya” menjadi kunci bagi kita sebagai penonton untuk menjumpai kisah ini lebih terang benderang kelak.
Missingberusaha menemukan kesegaran dalam segi penceritaan. Skenario memberi ruang bagi kelokan demi kelokan yang membuat penonton gugup, terkaget, bersorak, dan akhirnya lega. Kelokan-kelokan cerita itu yang membuat kita mengapresiasi keuletan Missinguntuk terus berupaya menyenangkan penonton seperti saya yang bosan dengan cerita dari film/serial/miniseri lokal yang begitu-begitu saja.
Dunia film/serial Indonesia saat ini tengah dijangkiti wabah 'miskin ide'. Sebagian besar rumah produksi/layanan streaming besar membuat film adaptasi/remake yang memberi pernyataan seolah kita kekurangan ide cerita.
Lihat Juga :