Childfree, Tren Lama yang Kembali Booming
Minggu, 26 Februari 2023 - 08:17 WIB
loading...
Direktur MNC Life Risye Dilianti dalam Podcast Aksi Nyata di kanal YouTube Partai Perindo, Sabtu (25/2/2023). Foto/YouTube Partai Perindo
A
A
A
JAKARTA - Isu childfree akhir-akhir ini menjadi perbincangan hangat publik. Meskipun istilah itu sudah ada sejak dulu, namun sebutan childfree belakangan kembali booming.
Direktur MNC Life Risye Dilianti mengungkapkan, childfree merupakan pilihan. Apalagi istilah childfree sebenarnya sudah cukup populer di beberapa negara selain Indonesia, salah satunya di Jepang.
“Ya itu pilihan ya. Jadi mau childfree atau nggak kek. Sebenarnya kalau aku lihat ya, childfree ini udah lama ya. Jadi di Jepang itu udah terbiasa,” kata Risye dalam Podcast Aksi Nyata di kanal YouTube Partai Perindo, Sabtu (25/2/2023).
“Karena di Jepang tanah mahal, jadi rumahnya kecil-kecil tuh dan dibangun ke atas. Jadi kalau harus punya anak, harus punya extra space untuk anak. Jadi mereka prefer untuk tidak punya anak,” lanjutnya.
Baca Juga: Tak Cuma Gaya Hidup, Tabungan Juga Harus Masuk Perencanaan Keuangan
Risye melanjutkan, pemerintah Jepang khawatir akan masa depan negaranya bila angka pernikahan dan kelahiran terus menurun. Situasi ini menyiratkan kuatnya tantangan bagi pasangan yang sekiranya memilih untuk childfree.
Direktur MNC Life Risye Dilianti mengungkapkan, childfree merupakan pilihan. Apalagi istilah childfree sebenarnya sudah cukup populer di beberapa negara selain Indonesia, salah satunya di Jepang.
“Ya itu pilihan ya. Jadi mau childfree atau nggak kek. Sebenarnya kalau aku lihat ya, childfree ini udah lama ya. Jadi di Jepang itu udah terbiasa,” kata Risye dalam Podcast Aksi Nyata di kanal YouTube Partai Perindo, Sabtu (25/2/2023).
“Karena di Jepang tanah mahal, jadi rumahnya kecil-kecil tuh dan dibangun ke atas. Jadi kalau harus punya anak, harus punya extra space untuk anak. Jadi mereka prefer untuk tidak punya anak,” lanjutnya.
Baca Juga: Tak Cuma Gaya Hidup, Tabungan Juga Harus Masuk Perencanaan Keuangan
Risye melanjutkan, pemerintah Jepang khawatir akan masa depan negaranya bila angka pernikahan dan kelahiran terus menurun. Situasi ini menyiratkan kuatnya tantangan bagi pasangan yang sekiranya memilih untuk childfree.
Lihat Juga :