Ini Cara untuk Cegah Kanker Payudara Tidak Kembali Kambuh
Minggu, 26 Februari 2023 - 10:46 WIB
loading...
A
A
A
"Sebagai pedoman umum, jika Anda berusia di bawah 40 tahun, sebaiknya lakukan pemeriksaan diri secara rutin. Jika Anda berusia di atas 40 tahun, Anda harus menjalani mammogram tahunan, selain pemeriksaan diri secara teratur," lanjutnya.
Baca Juga: Ketidakseimbangan Hormon Estradiol Berisiko Picu Kanker Payudara
![Ini Cara untuk Cegah Kanker Payudara Tidak Kembali Kambuh]()
Dokter See Hui Ti. Foto/Istimewa
Meski banyak mengakibatkan kematian, kanker payudara bisa diantisipasi dan dideteksi sejak dini. Beragam cara dapat dilakukan untuk mengurangi risiko terkena kanker payudara. Seperti berolahraga teratur, mengurangi berat badan, menjaga pola makan, dan menghentikan kebiasaan merokok.
Selain itu, mengurangi konsumsi gula atau makanan dengan pemanis buatan juga bisa meminimalisir terpapar kanker payudara. Berdasarkan penelitian yang melibatkan 100.000 orang di Prancis, gula dan pemanis buatan dapat meningkatkan risiko terkena kanker payudara sebesar 22 persen.
Adapun cara untuk mendeteksi dini kanker payudara adalah dengan melakukan skrining. Yakni pemeriksaan tidak bergejala pada individu untuk mendeteksi mereka yang memiliki kemungkinan tinggi mempunyai atau berkembangnya suatu penyakit.
Jika Anda berusia lebih dari 25 tahun, pemeriksaan bisa dilakukan secara individu setiap bulan. Sementara untuk usia 40-49 tahun ke atas juga bisa diperiksa sendiri dan melakukan mammogram tahunan lebih kurang dengan cara USG. Sedangkan ketika berusia 50 tahun ke atas dengan cara memeriksa payudara sendiri setiap bulan serta melakukan satu sampai dua kali mammogram tahunan lebih kurang dengan USG.
Beragam ciri bisa menjadi awal Anda terkena kanker payudara. Beberapa di antaranya adalah benjolan yang tidak nyeri di payudara, gatal terus-menerus dan ruam di sekitar puting, pendarahan atau keputihan yang tidak biasa dari puting, kulit di atas payudara bengkak dan menebal, serta kulit di atas payudara berlesung pipit atau berkerut.
Dokter See Hui Ti menambahkan, jika seseorang telah terkena kanker payudara, beragam pengobatan bisa dilakukan. Misalnya dengan melakukan kemoterapi, lalu diikuti letrozole atau bisa juga melalui kemoterapi diikuti dengan tamoxifen.
Baca Juga: Ketidakseimbangan Hormon Estradiol Berisiko Picu Kanker Payudara

Dokter See Hui Ti. Foto/Istimewa
Meski banyak mengakibatkan kematian, kanker payudara bisa diantisipasi dan dideteksi sejak dini. Beragam cara dapat dilakukan untuk mengurangi risiko terkena kanker payudara. Seperti berolahraga teratur, mengurangi berat badan, menjaga pola makan, dan menghentikan kebiasaan merokok.
Selain itu, mengurangi konsumsi gula atau makanan dengan pemanis buatan juga bisa meminimalisir terpapar kanker payudara. Berdasarkan penelitian yang melibatkan 100.000 orang di Prancis, gula dan pemanis buatan dapat meningkatkan risiko terkena kanker payudara sebesar 22 persen.
Adapun cara untuk mendeteksi dini kanker payudara adalah dengan melakukan skrining. Yakni pemeriksaan tidak bergejala pada individu untuk mendeteksi mereka yang memiliki kemungkinan tinggi mempunyai atau berkembangnya suatu penyakit.
Jika Anda berusia lebih dari 25 tahun, pemeriksaan bisa dilakukan secara individu setiap bulan. Sementara untuk usia 40-49 tahun ke atas juga bisa diperiksa sendiri dan melakukan mammogram tahunan lebih kurang dengan cara USG. Sedangkan ketika berusia 50 tahun ke atas dengan cara memeriksa payudara sendiri setiap bulan serta melakukan satu sampai dua kali mammogram tahunan lebih kurang dengan USG.
Beragam ciri bisa menjadi awal Anda terkena kanker payudara. Beberapa di antaranya adalah benjolan yang tidak nyeri di payudara, gatal terus-menerus dan ruam di sekitar puting, pendarahan atau keputihan yang tidak biasa dari puting, kulit di atas payudara bengkak dan menebal, serta kulit di atas payudara berlesung pipit atau berkerut.
Dokter See Hui Ti menambahkan, jika seseorang telah terkena kanker payudara, beragam pengobatan bisa dilakukan. Misalnya dengan melakukan kemoterapi, lalu diikuti letrozole atau bisa juga melalui kemoterapi diikuti dengan tamoxifen.
Lihat Juga :