Ganti Pemeran Utama, 10 Sekuel Film Ini Malah Boncos Abis
Minggu, 05 Maret 2023 - 12:15 WIB
loading...
A
A
A
Setelah menanti selama 20 tahun, penggemar pun mendapatkan sekuelnya, yaitu Independence Day: Resurgence. Namun, Will tidak kembali ke sekuel itu. Alih-alih, dia digantikan Jessie Usher dan Liam Hemsworth. Tapi, kedua orang itu tidak bisa menandingi energi yang dibawa Will. Chemistry mereka juga kurang. Sekuel ini pun mengecewakan penggemar. Dibuat dengan anggaran USD165 juta, film itu hanya meraup USD389,7 juta ketika dirilis pada 2016.
![Ganti Pemeran Utama, 10 Sekuel Film Ini Malah Boncos Abis]()
Foto: IMDb
Selama puluhan tahun, sudah banyak aktor yang memerankan James Bond. Karakter ini kali pertama diperankan Sean Connery pada 1962. Pada 1967, Sean kembali sebagai 007 untuk You Only Live Twice. Dibuat dengan dana USD9,5 juta, film itu meraup USD111,6 juta. Namun, itu adalah film terakhir Sean sebagai Bond.
Pada 1969, George Lazenby muncul untuk menggantikan Sean sebagai 007 untuk film On Her Majesty’s Secret Service. Dia terpilih sebagai Bond meski tidak punya akreditasi akting saat itu. Mengemban beban berat, George mengumumkan tidak akan kembali ke film itu meski sekuel itu belum dirilis. Film itu terbukti tidak sesukses film sebelumnya. Diproduksi dengan anggaran USD7 juta, film itu hanya meraup USD82 juta.
![Ganti Pemeran Utama, 10 Sekuel Film Ini Malah Boncos Abis]()
Foto: Seminarsonly
Sukses dengan The Fast and the Furious, Vin Diesel memperkenalkan Xander Cage di XXX. Vin berusaha menciptakan franchise lain untuk dirinya dengan film ini. XXX ternyata menjadi hit dan membantu mengokohkan status Vin sebagai pahlawan action. Film ini meraup USD277,4 juta dengan dana USD88,3 juta. Sekuel pun tidak bisa dihindarkan lagi.
Tapi, Vin memutuskan untuk tidak kembali ke serial itu. Akhirnya, film kedua XXX itu, State of Union, memperkenalkan agen lain, Darius Stone yang diperankan Ice Cube, pada 2006. Akibatnya, film itu pun kurang diminati karena absennya Vin. Sekuel itu hanya meraup USD71,1 juta dari anggaran USD113 juta. Vin akhirnya kembali ke film ketiganya yang lebih sukses.
![Ganti Pemeran Utama, 10 Sekuel Film Ini Malah Boncos Abis]()
Foto: USA Today
Grease adalah salah satu film “fenomena nasional” yang tidak bisa dilupakan penonton. Film itu menjadi film terlaris kedua bagi Paramount setelah The Godfather. Dirilis pada 1978, film itu meraup USD366,2 juta dari biaya produksi USD6 juta. Film ini dibintangi John Travolta dan Olivia Newton-John.
Pada 1982, Paramount memutuskan membuat sekuelnya dengan pemeran baru. Mereka menggantikan John dan Olivia dengan Maxwell Caulfield dan Michelle Pfeiffer. Ini adalah peran besar pertama Michelle dan mungkin satu-satunya hal yang membuat film ini tidak benar-benar rugi karena kariernya terus meroket. Grease 2 tidak punya karisma seperti film pertamanya dengan hanya meraup USD15,2 juta dari anggaran USD11,2 juta.
![Ganti Pemeran Utama, 10 Sekuel Film Ini Malah Boncos Abis]()
Foto: Mickey Mo
Pada awal 2000-an, Universal Pictures mulai membangun franchise Fast and Furious. Film pertamanya, The Fast and the Furious yang dirilis pada 2001 mampu meraup USD207,3 juta dari anggaran USD38 juta. Film keduanya, 2 Fast and 2 Furious, lebih sukses dengan meraup USD236,4 juta dari anggaran USD76 juta. Kedua film ini mengokohkan status Vin Diesel dan Paul Walker sebagai lead yang kuat.
7. On Her Majesty's Secret Service

Foto: IMDb
Selama puluhan tahun, sudah banyak aktor yang memerankan James Bond. Karakter ini kali pertama diperankan Sean Connery pada 1962. Pada 1967, Sean kembali sebagai 007 untuk You Only Live Twice. Dibuat dengan dana USD9,5 juta, film itu meraup USD111,6 juta. Namun, itu adalah film terakhir Sean sebagai Bond.
Pada 1969, George Lazenby muncul untuk menggantikan Sean sebagai 007 untuk film On Her Majesty’s Secret Service. Dia terpilih sebagai Bond meski tidak punya akreditasi akting saat itu. Mengemban beban berat, George mengumumkan tidak akan kembali ke film itu meski sekuel itu belum dirilis. Film itu terbukti tidak sesukses film sebelumnya. Diproduksi dengan anggaran USD7 juta, film itu hanya meraup USD82 juta.
6. XXX: State of the Union

Foto: Seminarsonly
Sukses dengan The Fast and the Furious, Vin Diesel memperkenalkan Xander Cage di XXX. Vin berusaha menciptakan franchise lain untuk dirinya dengan film ini. XXX ternyata menjadi hit dan membantu mengokohkan status Vin sebagai pahlawan action. Film ini meraup USD277,4 juta dengan dana USD88,3 juta. Sekuel pun tidak bisa dihindarkan lagi.
Tapi, Vin memutuskan untuk tidak kembali ke serial itu. Akhirnya, film kedua XXX itu, State of Union, memperkenalkan agen lain, Darius Stone yang diperankan Ice Cube, pada 2006. Akibatnya, film itu pun kurang diminati karena absennya Vin. Sekuel itu hanya meraup USD71,1 juta dari anggaran USD113 juta. Vin akhirnya kembali ke film ketiganya yang lebih sukses.
5. Grease 2

Foto: USA Today
Grease adalah salah satu film “fenomena nasional” yang tidak bisa dilupakan penonton. Film itu menjadi film terlaris kedua bagi Paramount setelah The Godfather. Dirilis pada 1978, film itu meraup USD366,2 juta dari biaya produksi USD6 juta. Film ini dibintangi John Travolta dan Olivia Newton-John.
Pada 1982, Paramount memutuskan membuat sekuelnya dengan pemeran baru. Mereka menggantikan John dan Olivia dengan Maxwell Caulfield dan Michelle Pfeiffer. Ini adalah peran besar pertama Michelle dan mungkin satu-satunya hal yang membuat film ini tidak benar-benar rugi karena kariernya terus meroket. Grease 2 tidak punya karisma seperti film pertamanya dengan hanya meraup USD15,2 juta dari anggaran USD11,2 juta.
4. The Fast and the Furious: Tokyo Drift

Foto: Mickey Mo
Pada awal 2000-an, Universal Pictures mulai membangun franchise Fast and Furious. Film pertamanya, The Fast and the Furious yang dirilis pada 2001 mampu meraup USD207,3 juta dari anggaran USD38 juta. Film keduanya, 2 Fast and 2 Furious, lebih sukses dengan meraup USD236,4 juta dari anggaran USD76 juta. Kedua film ini mengokohkan status Vin Diesel dan Paul Walker sebagai lead yang kuat.
Lihat Juga :