Hidden Hunger Cukup Berbahaya? Ini Cara Pencegahannya

Jum'at, 03 Maret 2023 - 20:09 WIB
loading...
Hidden Hunger Cukup...
Pentingnya menjaga proses tumbuh dan kembang anak sejak dini agar terhindar dari masalah gizi (malnutrisi). Foto. Doc. Sindonews
A A A
JAKARTA - Pertumbuhan dan perkembangan pada dua tahun pertama merupakan periode emas yang dapat memengaruhi kualitas hidup anak di masa depan. Sejalan dengan hal tersebut, anak membutuhkan nutrisi yang cukup dan berkualitas untuk mengoptimalkan proses tumbuh kembang.

Dokter anak dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) DR. Dr. Lanny Christine Gultom, SpA(K) dalam acara webinar nasional bidan Indonesia yang diselenggarakan oleh Indofood Nutrition bersama Klikdokter, Ikatan Bidan Indonesia dan BKKBN pada 3 Maret 2023 menyampaikan pentingnya menjaga proses tumbuh dan kembang anak sejak dini agar terhindar dari masalah gizi (malnutrisi).

Hidden Hunger Cukup Berbahaya? Ini Cara Pencegahannya


“Malnutrisi atau gangguan gizi bisa berupa kelebihan, kekurangan gizi dan kekurangan zat gizi mikro, ini harus diwaspadai karena dapat menghambat tumbuh kembang anak. Seringkali terjadi kekurangan zat gizi mikro dan ini tidak disadari oleh para orang tua, sehingga dikenal sebagai hidden hunger, dimana anak tidak mendapat asupan vitamin dan mineral penting dalam jumlah cukup, seperti zat besi, zink, kalsium, vitamin A, B, C dan D,” jelas Dr. Lanny.

Dr. Lanny menambahkan bahwa kekurangan zat gizi mikro dapat menyebabkan tumbuh kembang anak tidak optimal, anemia, kecerdasan menurun, anak mudah sakit, penyakit mata, stunting dan sebagainya. Kebutuhan zat gizi mikro dapat dipenuhi melalui makanan pendamping air susu ibu (MPASI) buatan rumah tangga (home-made) atau komersial. Namun, pemenuhan zat gizi mikro dengan menggunakan MPASI buatan rumah tangga menjadi tantangan bagi para ibu karena harus menekankan pemilihan bahan makanan yang merupakan sumber zat gizi mikro yang dibutuhkan dan memperhatikan kemampuan bayi untuk menghabiskan makanan yang diberikan (akseptabilitas).

Sementara itu, MPASI komersial yang difortifikasi dan mendapat izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) harus mengandung zat gizi makro dan mikro sesuai kebutuhan harian bayi berdasarkan Peraturan BPOM No 1 Tahun 2018 mengenai Pengawasan Pangan Olahan Untuk Keperluan Gizi Khusus.

Pada penelitian di Indonesia, kelompok bayi berusia antara 6 – 24 bulan yang mendapat ASI eksklusif selama 6 bulan dan mengonsumsi MPASI buatan rumah tangga memiliki kadar hemoglobin, besi serum, dan feritin yang lebih rendah, serta berisiko lebih tinggi mengalami stunting dan wasting dibandingkan kelompok bayi berusia 6 - 24 bulan yang mendapat ASI eksklusif selama 6 bulan dan mengkonsumsi MPASI komersial yang difortifikasi.

Turut hadir sebagai pembicara webinar, dokter gizi dr. Putri Sakti, M.Gizi, Sp.GK, AIFO-K menyampaikan bahwa ada banyak bahan makanan kaya nutrisi yang dapat diolah menjadi MPASI di antaranya hati ayam, hati sapi, daging sapi, wortel, ikan, telur dan kurma.

“Kurma familiar ya di Indonesia dan mengandung banyak vitamin dan mineral seperti vitamin B kompleks yang diperlukan untuk pembentukan energi dan jaringan tubuh,” jelas dr. Putri. MPASI buatan rumah tentu saja menjadi pilihan terbaik, namun Ibu harus tahu cara mengolahnya sehingga asupan vitamin dan mineralnya tidak berkurang.

Ibu juga harus memahami bahwa untuk memenuhi kebutuhan gizi harian bayi dibutuhkan makanan dalam jumlah yang relatif banyak.

“Sebagai contoh, untuk memenuhi kebutuhan zat besi harian bayi sebesar 11 mg diperlukan 85 g hati ayam atau 385 g daging sapi. Tentunya jumlah ini terlalu banyak untuk dikonsumsi mengingat lambung bayi masih kecil dan akan menyebabkan kelebihan asupan protein, sehingga MPASI fortifikasi yang telah diperkaya zat besi bisa menjadi alternatif,” jelas dr. Putri.

Dokter Putri juga menambahkan, “Guna memperkaya asupan nutrisi adik bayi, ibu dapat memadukan MPASI buatan sendiri di rumah dengan MPASI fortifikasi”.

Turut hadir ketua IBI Dr. Emi Nurjasmi, M.Kes dan ketua BKKBN dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) yang mengajak bidan - bidan untuk mendampingi ibu - ibu di Indonesia memenuhi kebutuhan gizi anak untuk mencegah hidden hunger sehingga tumbuh kembang dapat tercapai dengan optimal.

Menyadari dampak serius hidden hunger dan masih kurang beragamnya konsumsi makanan balita di Indonesia, SUN – MPASI fortifikasi produksi PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk menghadirkan bubur bayi dengan varian rasa baru “KURMA & SUSU” sebagai upaya pemenuhan nutrisi Adik Bayi.

“SUN yang sudah dikenal lama oleh para ibu dan sebagai pemimpin pasar bubur bayi terfortifikasi di Indonesia, semakin mempertegas kepeduliannya dalam pencegahan kekurangan zat gizi mikro sejak MPASI pertama dengan meluncurkan produk baru SUN bubur “Kurma & Susu” – dibuat dengan kebaikan kurma asli yang aman karena tidak mengandung pengawet”, papar Sri Lestari selaku Brand Manager SUN.

“Selain rasanya yang enak, SUN bubur Kurma & Susu mengandung nutrisi lengkap ESENUTRI yang dibutuhkan anak, seperti Protein, Omega 3 & 6, Zat Besi, Zink, 11 Vitamin termasuk Vitamin B Kompleks dan 6 Mineral. Oleh karena itu, yuk bu kita penuhi kebutuhan nutrisi buah hati kita, bersama-sama kita cegah hidden hunger ini dengan MPASI bernutrisi,” ujarnya.
(atk)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Viral Mitos Lemak Berbahaya...
Viral Mitos Lemak Berbahaya untuk MPASI Anak, Ini Penjelasan Dokter!
1 dari 5 Anak Indonesia...
1 dari 5 Anak Indonesia Stunting, Dampaknya Bisa Ganggu Kecerdasan dan Prestasi
Edukasi 1.000 Hari Pertama...
Edukasi 1.000 Hari Pertama Kehidupan Jadi Kunci Cegah Stunting
Inovasi PKMK Jadi Terobosan...
Inovasi PKMK Jadi Terobosan Efektif Pemerintah dalam Percepatan Penurunan Stunting
Kolaborasi Tenaga Kesehatan...
Kolaborasi Tenaga Kesehatan Dorong Edukasi Gizi Ibu dan Anak Cegah Stunting
Daftar Menu Ideal untuk...
Daftar Menu Ideal untuk Cegah Stunting pada Anak
Anggota DPRD Jember...
Anggota DPRD Jember Main Game dan Merokok di Ruang BerAC Saat RDP Tekan Stunting
Gerakan Dapur Indonesia...
Gerakan Dapur Indonesia Gelar Konsolidasi Perkuat Program MBG dan Atasi Stunting
NHM Peduli Jalankan...
NHM Peduli Jalankan Program 60 Hari Penanganan Stunting di Lingkar Tambang Gosowong
Rekomendasi
Tegang Sejak Pagi! 32...
Tegang Sejak Pagi! 32 Tim Terbaik Liga Bintang Juara Bersaing Menuju Jakarta
Kejagung: Tersangka...
Kejagung: Tersangka Andri Mulyono Mark up Pengadaan Motor Listrik BGN
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Berita Terkini
Kasus Erin Berbalik...
Kasus Erin Berbalik Arah? Bukti Psikologis Nur Disebut Untungkan Herawati
Tak Hanya Ganggu Mental,...
Tak Hanya Ganggu Mental, Sering Marah-marah Bisa Melemahkan Daya Tahan Tubuh
Babak Baru Kasus Erin...
Babak Baru Kasus Erin Wartia, Pelapor Serahkan Dokumen LPSK ke Penyidik
Pesona China yang Berbeda:...
Pesona China yang Berbeda: Eksplor Keunikan Infrastruktur Chongqing dan Alam Zhangjiajie
Cut Meyriska Syok Hanania...
Cut Meyriska Syok Hanania Travel Bermasalah, Padahal Sudah Kantongi Akreditasi dan Rekor MURI
Desainer Indonesia Ditantang...
Desainer Indonesia Ditantang Jadi Agen Perubahan, Tak Lagi Sekadar Estetika
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved