Lebih Dekat dengan Komunitas Hong, Pegiat Permainan Tradisional di Tengah Peradaban Digital
Selasa, 14 Maret 2023 - 23:24 WIB
loading...
A
A
A
"Kita mengemasnya dengan sedemikian rupa, sehingga mereka merasa memainkan permainan modern padahal tradisional," tambahnya.
Sejauh ini, Komunitas Hong telah meneliti sebanyak 2.600 permainan tradisional di seluruh Indonesia. Mereka seolah tak bosan memperkenalkan permainan tradisional ke berbagai acara khususnya yang melibatkan anak.
(Foto: dok. Komunitas Hong)
"Kami juga sering diundang ke berbagai acara sekolah, perusahaan gathering buat tim building, ataupun memang sekadar untuk mereka menikmati permainan atau bernostalgia.Banyak permainannya kayak rerodaan, egrang, kelong bambu, congklak dan sebagainya," papar Cecep.
Sementara soal pendanaan, Komunitas Hong memiliki cara khusus untuk menutupi biaya operasionalnya. Mereka memanfaatkan honor dari setiap undangan acara yang diterimanya.
Baca juga: 5 Fandom Kpop di Indonesia dan Kegiatannya, Nomor 4 Pernah Bantu Korban Kanjuruhan
"Kita tidak ada bantuan pertahunnya dari pemerintah, tidak ada, kita berdiri sendiri, swasta. Untuk biaya operasional kita dari tamu-tamu yang datang, dan juga event-event yang ada, misalnya kita diundang ke mana, itu buat operasional kita," pungkas Cecep.
Sejauh ini, Komunitas Hong telah meneliti sebanyak 2.600 permainan tradisional di seluruh Indonesia. Mereka seolah tak bosan memperkenalkan permainan tradisional ke berbagai acara khususnya yang melibatkan anak.

"Kami juga sering diundang ke berbagai acara sekolah, perusahaan gathering buat tim building, ataupun memang sekadar untuk mereka menikmati permainan atau bernostalgia.Banyak permainannya kayak rerodaan, egrang, kelong bambu, congklak dan sebagainya," papar Cecep.
Sementara soal pendanaan, Komunitas Hong memiliki cara khusus untuk menutupi biaya operasionalnya. Mereka memanfaatkan honor dari setiap undangan acara yang diterimanya.
Baca juga: 5 Fandom Kpop di Indonesia dan Kegiatannya, Nomor 4 Pernah Bantu Korban Kanjuruhan
"Kita tidak ada bantuan pertahunnya dari pemerintah, tidak ada, kita berdiri sendiri, swasta. Untuk biaya operasional kita dari tamu-tamu yang datang, dan juga event-event yang ada, misalnya kita diundang ke mana, itu buat operasional kita," pungkas Cecep.
(nug)
Lihat Juga :