Tidak Menggunakan Media Sosial 15 Menit Sehari Bisa Kurangi Depresi
Rabu, 15 Maret 2023 - 23:55 WIB
loading...
Tidak menggunakan media sosial 15 menit sehari bisa meningkatkan kesehatan. Temuan ini menunjukkan hal ini bisa mengurangi tingkat kesepian dan depresi. Foto/Getty Images
A
A
A
JAKARTA - Tidak menggunakan media sosial 15 menit sehari bisa meningkatkan kesehatan umum dan kekebalan tubuh. Temuan terbaru ini juga menunjukkan bahwa hal ini bisa mengurangi tingkat kesepian dan depresi .
Temuan yang diterbitkan dalam Jurnal Teknologi dalam Ilmu Perilaku ini menunjukkan bahwa orang yang mengurangi penggunaan media sosial memiliki peningkatan rata-rata 15 persen dalam fungsi kekebalan tubuh. Termasuk lebih sedikit pilek, flu, kutil, dan verrucae.
Dilansir dari Times Now News, Rabu (15/3/2023) studi tersebut juga menunjukkan peningkatan kualitas tidur sebesar 50 persen. Selain itu, gejala depresi 30 persen lebih sedikit.
Baca Juga: Penyampaian Informasi dengan Motion Graphic Ternyata Lebih Disukai Anak Muda
“Data ini menunjukkan bahwa, ketika orang mengurangi penggunaan media sosial mereka, kehidupan mereka dapat meningkat dalam banyak hal. Termasuk manfaat untuk kesehatan fisik dan kesejahteraan psikologis mereka," kata Profesor Phil Reed, dari Sekolah Psikologi Universitas Swansea.
Temuan yang diterbitkan dalam Jurnal Teknologi dalam Ilmu Perilaku ini menunjukkan bahwa orang yang mengurangi penggunaan media sosial memiliki peningkatan rata-rata 15 persen dalam fungsi kekebalan tubuh. Termasuk lebih sedikit pilek, flu, kutil, dan verrucae.
Dilansir dari Times Now News, Rabu (15/3/2023) studi tersebut juga menunjukkan peningkatan kualitas tidur sebesar 50 persen. Selain itu, gejala depresi 30 persen lebih sedikit.
Baca Juga: Penyampaian Informasi dengan Motion Graphic Ternyata Lebih Disukai Anak Muda
“Data ini menunjukkan bahwa, ketika orang mengurangi penggunaan media sosial mereka, kehidupan mereka dapat meningkat dalam banyak hal. Termasuk manfaat untuk kesehatan fisik dan kesejahteraan psikologis mereka," kata Profesor Phil Reed, dari Sekolah Psikologi Universitas Swansea.
Lihat Juga :