Banyak Diminati, Film Horor Gambarkan Karakter Masyarakat

Jum'at, 17 Maret 2023 - 14:13 WIB
loading...
Banyak Diminati, Film...
Baik Indonesia maupun Hollywood sama-sama memiliki pasar yang cukup besar untuk film genre horor. / Foto: ilustrasi/Instagram @kknmovie
A A A
JAKARTA - Film horor menjadi salah satu genre yang banyak diminati masyarakat. Bukan hanya di Indonesia, bahkan di dunia.

Makin menyeramkan sebuah film horor, maka semakin tinggi kepuasan yang diperoleh para penonton. Terlebih hantu yang ditampilkan membuat tidak bisa tidur bagi yang menontonnya.

"Tidak jarang ada pula yang menutup mata saat di bioskop ketika muncul penampakan, padahal mereka sudah membayar mahal untuk membeli tiket," ungkap CEO Bawana Entertainment, Muchamad Nur Wachid dalam keterangan tertulisnya, baru-baru ini.

Baca juga: Debut Jadi Produser Film Hantu Baru, Rezky Aditya: Ini Cita-cita Udah Lama

Menurutnya, baik Indonesia maupun Hollywood sama-sama memiliki pasar yang cukup besar untuk film genre horor. Seperti diketahui, film KKN di Desa Penari berhasil menembus angka 10 juta penonton, sebuah angka fantastis tidak saja untuk film horor, namun juga film Indonesia secara keseluruhan.

"Setelah ada versi extended dengan penambahan adegan baru 40 menit, semakin menunjukkan bahwa Sang Penari alias Badarawuhi adalah sosok yang digemari sekaligus ditakuti," kata dia.

Sementara, di Negeri Paman Sam, terdapat film The Conjuring yang sangat mendapatkan tempat di hati pecinta film horor. Film besutan sutradara James Wan ini diangkat juga dari kisah nyata keluarga Warren, dan sukses mengumpulkan pundi-pundi hingga Rp4,2 triliun di seluruh dunia.

Karakter film horor antara Indonesia dan Hollywood sendiri tentunya sanat berbeda. Pasalnya, kata Nur Wachid, budaya sangat berpengaruh terhadap jalan cerita sebuah karya sinematik, termasuk dari bentuk hantunya.

"Pada dasarnya, hantu adalah karya imajiner sutradara atau penulis novel atau desas desus dari masyarakat setempat yang kemudian divisualisasikan. Kuntilanak misalnya, beda bentuk antara versi Jawa dengan Melayu Kalimantan," paparnya.

"Demikian juga dengan vampir, antara versi Rumania dengan China tentu saja berbeda. Ini sangat bergantung dari budaya setempat dan tentunya kreativitas dari tim kreatif masing-masing film," lanjut dia.

Nur Wachid juga menjelaskan bahwa terdapat perbedaan mendasar antara film horor Indonesia dengan Hollywood, yang sangat menggambarkan karakter masyarakatnya, yakni respons mereka saat bertemu hantu.

"Digambarkan dalam film horor Indonesia, apa pun judulnya, hampir semua hantu tampil mendominasi, menakutkan dan superior. Sementara tokoh utamanya sangat lemah, meski pun di akhir film sang tokoh utama tetap menang melawan hantunya," paparnya.

Hal itu, kata dia, berbeda dengan Hollywood. Film SMILE yang diliris tahun ini, meski di awal tokoh utama ketakutan dengan kehadiran penampakan hantu, namun menjelang akhir filmnya justru dia mendatangi si hantu dan membakarnya.

Faktor budaya menjadi variabel yang cukup penting mengapa kebanyakan film horor di Indonesia menempatkan hantu sebagai sosok yang tidak tertandingi. Kalau pun akhirnya hantu tersebut kalah, namun kalahnya seringkali kalah terhormat.

"Mengapa terhormat, karena untuk mengusir hantu tersebut dibutuhkan sumber daya manusia yang banyak dan alat bantu yang tidak sedikit. Kalau di film Hollywood, cukup seimbang. Satu orang melawan satu hantu --kecuali dalam film Ghostbuster karena hantunya cukup besar dan kuat," tuturnya.

Baca juga: Cinta Bertepuk Sebelah Tangan, Nyawa Jadi Taruhan dalam Roy & Marten: Sahabat Sehidup Semati Episode 4

Nur Wachid pun berharap ke depannya, tren film horor di Indonesia mulai bergeser dan mengikuti Hollywood. "Nanti kita akan melihat film KKN di Desa Penari dengan versi mahasiswanya berhasil menangkap salah satu hantu penari dan berdialog dengannya," pungkasnya.
(nug)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Berangkat dari Kisah...
Berangkat dari Kisah Viral, Cerita Lila Menjelma Jadi Horor Layar Lebar
Berkali-kali Muncul...
Berkali-kali Muncul Korban Tenggelam, Warga Mulai Curiga Ada yang Tak Beres di Tempat Ini
Siap Uji Nyali? Ini...
Siap Uji Nyali? Ini Deretan Rekomendasi Microdrama Horor di V+Short
Pembuktian Irish Bella...
Pembuktian Irish Bella jadi Produser di Film Horor Dosa, Tayang 11 Juni
Tak Suka Film Horor,...
Tak Suka Film Horor, Rano Karno Nonton 'Ghost in the Cell' karena Dibujuk Istri
Bukan Hantu, Monster...
Bukan Hantu, 'Monster Pabrik Rambut' Sajikan Horor dari Dunia Kerja yang Melelahkan
Pemain Film 402 Rumah...
Pemain Film 402 Rumah Sakit Angker Korea Alami Kejadian Mencekam Saat Syuting
Dipercaya Bisa Hidup...
Dipercaya Bisa Hidup Lagi, Kumburan Zombie Bertaburan Jimat Ditemukan
Horor, Seorang Pria...
Horor, Seorang Pria di Purwakarta Ngamuk dan Bacok 13 Warga di Jalanan
Rekomendasi
Prudential Syariah Raih...
Prudential Syariah Raih Penghargaan Brand of the Year 2026
Purbaya Buka Suara Soal...
Purbaya Buka Suara Soal Penolakan Rencana Tambah Layer Cukai Rokok
SPI Jadi yang Pertama...
SPI Jadi yang Pertama Beri Naskah Analisis RUU Advokat ke Pemerintah
Berita Terkini
Di Balik Karier Musiknya,...
Di Balik Karier Musiknya, Anneth Delliecia Ternyata Punya Mimpi Jadi Pembalap F1
Diam-diam Jadi Pengusaha,...
Diam-diam Jadi Pengusaha, Anneth Delliecia Ternyata Punya Brand Kuku Sendiri?
Kunci Tidur Nyenyak...
Kunci Tidur Nyenyak Bukan Cuma Durasi, Tapi Juga Soal Tempat Tidur yang Pas!
Konser I Love RCTI Cimahi...
Konser I Love RCTI Cimahi Siap Guncang Panggung dengan Armada, Trio Macan hingga Shabrina Leanor!
Misi Evelyne Bongkar...
Misi Evelyne Bongkar Kebenaran Dimulai dalam Undercover Ex Girlfriend di V+Short, Simak Sinopsisnya!
Sinopsis Sinetron Tobat...
Sinopsis Sinetron 'Tobat Jatuh Cinta' Eps 2: Hancurnya Rumah Tangga Mila, Jaka Terpojok!
Infografis
10 Perguruan Tinggi...
10 Perguruan Tinggi Paling Banyak Sumbang PNS, Kampus Negeri Mendominasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved