Diagnosis Dini dan Pengobatan bagi Penderita TB-HIV melalui Uji LF-LAM
Selasa, 21 Maret 2023 - 01:59 WIB
loading...
A
A
A
“Dengan persentase 60%, kemungkinan orang dewasa yang terjangkit HIV-positif akan tertular TB dalam dua tahun pertama setelah diagnosis dan sebanyak 50% kemungkinan anak yang hidup dengan HIV akan tertular TB dalam dua tahun pertama setelah diagnosis,” jelasnya.
Menurut Benny, di tahun 2020 beban tuberkulosis pada ODHA mengalami peningkatan untuk pertama kali dalam satu dekade karena Covid-19. “Maka, sebagai solusi dari permasalahan tersebut, kami mendukung WHO yang telah membuat pedoman global dengan merekomendasikan diagnosis dini dan pengobatan pasien TB dengan HIV,” katanya.
“Abbott, perusahaan peralatan medis dan perawatan kesehatan asal Amerika, meluncurkan alat deteksi antigen bernama Uji Lipoarabinomannan Urin Aliran Lateral (LF-LAM) bagi penderita tuberkulosis aktif pada pasien yang terjangkit HIV,” lanjut Benny.
Di Indonesia, Uji LF-LAM bagi ODHA telah diatur dalam PNPK KEMENKES Tahun 2020 sesuai anjuran WHO. Organisasi tersebut menyatakan, tes dengan Uji LF-LAM melalui urin ini telah muncul sebagai tes point-of-care yang potensial untuk TB.
Sementara itu, Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia Cabang Jakarta Raya (PAPDI Jaya) yang diwakili oleh dr. Asep Saepul Rohmat, SpPD, K-GEH, FINASIM, menyampaikan bahwa sebagai dokter, pihaknya perlu memiliki ketepatan dalam mengidentifikasi pasien, lokasi, penentuan prosedur, dan tepat dalam menentukan tindakan operasi untuk pasien.
Menurut Benny, di tahun 2020 beban tuberkulosis pada ODHA mengalami peningkatan untuk pertama kali dalam satu dekade karena Covid-19. “Maka, sebagai solusi dari permasalahan tersebut, kami mendukung WHO yang telah membuat pedoman global dengan merekomendasikan diagnosis dini dan pengobatan pasien TB dengan HIV,” katanya.
“Abbott, perusahaan peralatan medis dan perawatan kesehatan asal Amerika, meluncurkan alat deteksi antigen bernama Uji Lipoarabinomannan Urin Aliran Lateral (LF-LAM) bagi penderita tuberkulosis aktif pada pasien yang terjangkit HIV,” lanjut Benny.
Di Indonesia, Uji LF-LAM bagi ODHA telah diatur dalam PNPK KEMENKES Tahun 2020 sesuai anjuran WHO. Organisasi tersebut menyatakan, tes dengan Uji LF-LAM melalui urin ini telah muncul sebagai tes point-of-care yang potensial untuk TB.
Sementara itu, Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia Cabang Jakarta Raya (PAPDI Jaya) yang diwakili oleh dr. Asep Saepul Rohmat, SpPD, K-GEH, FINASIM, menyampaikan bahwa sebagai dokter, pihaknya perlu memiliki ketepatan dalam mengidentifikasi pasien, lokasi, penentuan prosedur, dan tepat dalam menentukan tindakan operasi untuk pasien.
(tsa)
Lihat Juga :