Pademi Covid-19, Vitamin Beri Kontribusi untuk Kesehatan
Selasa, 28 April 2020 - 18:30 WIB
loading...
A
A
A
Di samping itu, banyaknya toko ritel yang baru-baru ini tutup hampir di seluruh Indonesia akibat peraturan pembatasan sosial, ditambah dengan keraguan pembeli untuk keluar rumah, mendorong Youvit menggunakan cara baru dalam mempertahankan karyawan, sekaligus memastikan setiap konsumen tetap dapat menerima produk Youvit.
Mengurangi risiko baik bagi karyawan maupun konsumen, mereka menarik 50 orang tenaga pemasaran ritel dari toko-toko dan melatih mereka untuk menangani permintaan vitamin dan melakukan pengiriman ke rumah melalui telepon dan aplikasi WhatsApp.
Munculnya virus corona juga telah membuat pola pikir dan perilaku masyarakat Indonesia terkait menjaga kesehatan diri berubah sangat cepat. Kesempatan ini diambil oleh Youvit untuk gencar melakukan kampanye edukasi dinamis yang menyorot pentingnya pemenuhan gizi yang baik.
“Di Indonesia, masih terdapat pola konsumsi makanan tidak sehat dengan gizi tidak seimbang, kurangnya buah-buahan dan sayuran, dan kurang asupan vitamin dan mineral. Hal ini tentunya memiliki dampak pada masyarakat, karena memengaruhi kemampuan kognitif, tingkat energi, dan kondisi kesehatan. Selain itu, konsumen Indonesia umumnya baru membeli vitamin ketika sakit atau membutuhkan tambahan tenaga. Konsumsi vitamin sebagai langkah preventif masih jarang dijumpai. Perlu diingat, vitamin bukanlah obat dan tidak seharusnya dikonsumsi seperti obat. Konsumsi vitamin sebelum jatuh sakit adalah kunci. Karena wabah virus Corona, pesan ini menjadi lebih relevan daripada sebelumnya.”
Ahli gizi Youvit Aisyaffa Puteri secara rutin giat memberikan konseling terkait gizi melalui video “Health Talk” melalui Youtube dan membuat hotline Saran Gizi, di mana sebuah tim ahli gizi menyediakan informasi melalui video dan infografik yang informatif. “Dengan adanya pandemi corona, kami melihat adanya banyak permintaan akan informasi tentang cara menjadi sehat dan kuat, dan kami merasa beruntung menjadi perusahaan yang mampu benar-benar membantu di masa sulit ini," pungkas Aisyaffa.
Mengurangi risiko baik bagi karyawan maupun konsumen, mereka menarik 50 orang tenaga pemasaran ritel dari toko-toko dan melatih mereka untuk menangani permintaan vitamin dan melakukan pengiriman ke rumah melalui telepon dan aplikasi WhatsApp.
Munculnya virus corona juga telah membuat pola pikir dan perilaku masyarakat Indonesia terkait menjaga kesehatan diri berubah sangat cepat. Kesempatan ini diambil oleh Youvit untuk gencar melakukan kampanye edukasi dinamis yang menyorot pentingnya pemenuhan gizi yang baik.
“Di Indonesia, masih terdapat pola konsumsi makanan tidak sehat dengan gizi tidak seimbang, kurangnya buah-buahan dan sayuran, dan kurang asupan vitamin dan mineral. Hal ini tentunya memiliki dampak pada masyarakat, karena memengaruhi kemampuan kognitif, tingkat energi, dan kondisi kesehatan. Selain itu, konsumen Indonesia umumnya baru membeli vitamin ketika sakit atau membutuhkan tambahan tenaga. Konsumsi vitamin sebagai langkah preventif masih jarang dijumpai. Perlu diingat, vitamin bukanlah obat dan tidak seharusnya dikonsumsi seperti obat. Konsumsi vitamin sebelum jatuh sakit adalah kunci. Karena wabah virus Corona, pesan ini menjadi lebih relevan daripada sebelumnya.”
Ahli gizi Youvit Aisyaffa Puteri secara rutin giat memberikan konseling terkait gizi melalui video “Health Talk” melalui Youtube dan membuat hotline Saran Gizi, di mana sebuah tim ahli gizi menyediakan informasi melalui video dan infografik yang informatif. “Dengan adanya pandemi corona, kami melihat adanya banyak permintaan akan informasi tentang cara menjadi sehat dan kuat, dan kami merasa beruntung menjadi perusahaan yang mampu benar-benar membantu di masa sulit ini," pungkas Aisyaffa.
(nfl)
Lihat Juga :