Review John Wick: Chapter 4: Konklusi Sempurna Perjalanan Legenda
Rabu, 22 Maret 2023 - 09:08 WIB
loading...
A
A
A
John Wick: Chapter 4 masih memakai formula sama seperti film sebelumnya. John dengan gagah berani menghabisi banyak orang hanya dengan pistol dan senapan yang dibawanya. Dia jarang mendapatkan atau meminta bantuan orang lain. Namun, di Chapter 4, itu agak berbeda dengan kehadiran Shimazu dan anak buahnya.
![Review John Wick: Chapter 4: Konklusi Sempurna Perjalanan Legenda]()
Foto: Slash Film
John menemukan sekutu di diri Shimazu. Namun, itu juga punya bayaran mahal. Pergumulan di Osaka membuat John tidak hanya menghadapi anak buah Marquis Vincent de Gramont, tapi juga teman lamanya, Caine, pembunuh bayaran yang buta. Bagian ini akan memamerkan kemampuan lain John selain dengan senjata api. Sedikit pameran aksi bela diri juga terlihat di sini.
Shimazu diperankan dengan baik oleh Hiroyuki Sanada. Di film ini, penonton akan bisa menyaksikan aksinya berpedang dan juga menggunakan senjata api. Namun, meski Hiroyuki tampil oke, pemeran anaknya, Rina Sawayama, bisa mencuri perhatian. Rina, seorang penyanyi, aktris, dan model Jepang berkebangsaan Inggris, tampil meyakinkan sebagai Akira. Dia bahkan bisa mengimbangi akting Hiroyuki, Donnie Yen, dan Keanu Reeves dengan meyakinkan di film tersebut.
Di sisi lain, Donnie Yen yang tampil sebagai Caine jelas akan memenangkan hati penonton. Karakternya lebih abu-abu ketimbang yang terpampang nyata. Di film ini, karakter itu membawa bebannya sendiri dan dia lebih sebagai antihero ketimbang villain langsung. Sebagai pembunuh buta, aksi Caine tak bisa diremehkan. Dia juga berperan sebagai penurun ketegangan dengan dialog-dialognya yang konyol.
![Review John Wick: Chapter 4: Konklusi Sempurna Perjalanan Legenda]()
Foto: Digital Spy
Bill Skarsgard yang memerankan Marquis Vincent de Gramont, antagonis utama di film ini, tampil sangat meyakinkan. Dia bisa membawakan seorang pria haus kekuasaan dengan ambisi besar tanpa ampun. Pembawaannya yang selalu necis dan angkuh membuatnya selalu terlihat mengintimidasi. Belum lagi, dia bukan orang yang gampang menunjukkan emosi di hadapan orang banyak.
Seperti di film sebelumnya, di John Wick: Chapter 4, Keanu Reeves kembali sebagai pembunuh legendaris itu tanpa banyak dialog. Bisa dihitung berapa kata yang diucapkan John Wick di sepanjang film ini. Sebagian besar dialog yang dipakai untuk membangun cerita dan plot di film ini diucapkan pemeran lainnya. Hanya ada sekitar 2 adegan di mana John punya kesempatan untuk berbicara lebih panjang.
Namun, itulah yang membuatnya menarik. Tanpa banyak berucap, orang akan sulit menebak apa yang dipikirkan John. Termasuk pertanyaan apakah tujuan hidupnya. Pertanyaan itulah yang menggelayut di sepanjang film ini. John tidak banyak bereaksi terhadap pertanyaan itu secara kata per kata. Tapi, dalam hatinya, dia tahu apa yang harus dia lakukan. Dan, dia tidak perlu mengungkapkannya secara langsung.
![Review John Wick: Chapter 4: Konklusi Sempurna Perjalanan Legenda]()
Foto: Bloody Disgusting

Foto: Slash Film
John menemukan sekutu di diri Shimazu. Namun, itu juga punya bayaran mahal. Pergumulan di Osaka membuat John tidak hanya menghadapi anak buah Marquis Vincent de Gramont, tapi juga teman lamanya, Caine, pembunuh bayaran yang buta. Bagian ini akan memamerkan kemampuan lain John selain dengan senjata api. Sedikit pameran aksi bela diri juga terlihat di sini.
Shimazu diperankan dengan baik oleh Hiroyuki Sanada. Di film ini, penonton akan bisa menyaksikan aksinya berpedang dan juga menggunakan senjata api. Namun, meski Hiroyuki tampil oke, pemeran anaknya, Rina Sawayama, bisa mencuri perhatian. Rina, seorang penyanyi, aktris, dan model Jepang berkebangsaan Inggris, tampil meyakinkan sebagai Akira. Dia bahkan bisa mengimbangi akting Hiroyuki, Donnie Yen, dan Keanu Reeves dengan meyakinkan di film tersebut.
Di sisi lain, Donnie Yen yang tampil sebagai Caine jelas akan memenangkan hati penonton. Karakternya lebih abu-abu ketimbang yang terpampang nyata. Di film ini, karakter itu membawa bebannya sendiri dan dia lebih sebagai antihero ketimbang villain langsung. Sebagai pembunuh buta, aksi Caine tak bisa diremehkan. Dia juga berperan sebagai penurun ketegangan dengan dialog-dialognya yang konyol.

Foto: Digital Spy
Bill Skarsgard yang memerankan Marquis Vincent de Gramont, antagonis utama di film ini, tampil sangat meyakinkan. Dia bisa membawakan seorang pria haus kekuasaan dengan ambisi besar tanpa ampun. Pembawaannya yang selalu necis dan angkuh membuatnya selalu terlihat mengintimidasi. Belum lagi, dia bukan orang yang gampang menunjukkan emosi di hadapan orang banyak.
Seperti di film sebelumnya, di John Wick: Chapter 4, Keanu Reeves kembali sebagai pembunuh legendaris itu tanpa banyak dialog. Bisa dihitung berapa kata yang diucapkan John Wick di sepanjang film ini. Sebagian besar dialog yang dipakai untuk membangun cerita dan plot di film ini diucapkan pemeran lainnya. Hanya ada sekitar 2 adegan di mana John punya kesempatan untuk berbicara lebih panjang.
Namun, itulah yang membuatnya menarik. Tanpa banyak berucap, orang akan sulit menebak apa yang dipikirkan John. Termasuk pertanyaan apakah tujuan hidupnya. Pertanyaan itulah yang menggelayut di sepanjang film ini. John tidak banyak bereaksi terhadap pertanyaan itu secara kata per kata. Tapi, dalam hatinya, dia tahu apa yang harus dia lakukan. Dan, dia tidak perlu mengungkapkannya secara langsung.

Foto: Bloody Disgusting
Lihat Juga :