Pengin Jadi Epik, 10 Film Populer Ini Malah Zonk Banget
Jum'at, 24 Maret 2023 - 09:37 WIB
loading...
A
A
A
Kisah cinta segitiga antara karakter di film itu mendominasi panggung utamanya sementar benar-benar mengesampingkan intensitas perang. Film ini meraih rating 24% di Tomatometer dan 66% skor audiens. Film ini mendapatkan cacian karena menggunakan peristiwa bersejarah sebagai sapi perah untuk menceritakan kisah cinta medioker, yang tidak disukai kritikus dan audiens.
![Pengin Jadi Epik, 10 Film Populer Ini Malah Zonk Banget]()
Foto: CNN
Green Lantern disutradarai Martin Campbell dan diangkat dari semesta komik DC. Ryan Reynolds didapuk memerankan karakter pada judul itu. Green Lantern dipilih untuk menjadi anggota sebuah pasukan penjaga perdamaian antargalaksi dengan senjata cincin kuat yang menjadi kekuatan supernya. Film ini punya efek visual mengesankan dan penampilan menghibur Ryan.
Sayang, film itu gagal tampil baik di box office karena ceritanya yang kurang meyakinkan pada plot dan kedalaman emosinya. Film ini dikritik karena lebih menjadi tontonan visual dan tidak punya penawaran apa pun terhadap perkembangan karakternya. Meski dipuji atas penampilan Ryan, Green Lantern mendapatkan skor 26% di Tomatometer dan 45% skor audiens di Rottten Tomatoes.
![Pengin Jadi Epik, 10 Film Populer Ini Malah Zonk Banget]()
Foto: IMDb
Transformers: Age of Extinction adalah salah satu karya Michael Bay yang sangat diantisipasi tapi mengecewakan dalam kedalaman cerita. Film ini terasa datar karena durasinya yang panjang, karakter yang tidak berkembang, dan plot yang tidak logis. Film itu berkisah tentang sekelompok pahlawan baru manusia dan Autobot yang bersatu untuk melawan musuh baru.
Plotnya terasa formulaic, dan adegannya aksinya yang berlebihan tidak membantu franchise yang terasa kehabisan ide baru itu. Transformers: Age of Extinction punya skor 17% di Tomatometer dan 50% skor audiens di Rotten Tomatoes. Ini membuatnya menjadi film pengumpan box office yang ditujukan untuk sukses secara komersial dengan penekanan berlebih pada efek visual dan sedikit usaha pada cerita yang menarik.
![Pengin Jadi Epik, 10 Film Populer Ini Malah Zonk Banget]()
Foto: Salon.com
The Lone Ranger adalah film action western yang dibintangi Johnny Depp sebagai Comanche Tonto dan Armie Hammer sebagai Lone Ranger. Keduanya bersatu melawan American Old West dan berjuang demi keadilan. Meski meng-casting aktor populer seperti Johnny Depp di cerita yang sudah dibuat berulang kali, film ini gagal tampil baik di box office dan menerima kajian negatif baik dari kritikus maupun audiens.
Film itu menderita akibat ketidakkonsistenan tone, dan durasi yang sangat panjang. Peran Johnny sebagai seorang Native American ditandai karena salah representasi. Film itu terasa tidak yakin pada dirinya sendiri karena dikocok di antara adegan kocak dan aksi dengan adegan pembunuhan kejam terhadap orang Native American yang tidak menua dengan baik atau menjadi hiburan yang menghibur. The Lone Ranger mendapatkan skor 31% di Tomatometer dan 51% skor audiens di Rotten Tomatoes.
![Pengin Jadi Epik, 10 Film Populer Ini Malah Zonk Banget]()
Foto: Slash Film
After Earth punya bahan sempurna untuk pencapaian kritis dan komersial. Film itu dibintangi Will Smith dan anaknya, Jaden Smith, serta disutradarai M. Night Shyamalan. Film itu adalah science-fiction yang berlatar masa depan di mana koloni manusia di antariksa diserang Ursas yang bisa merasakan ketakutan. Film ini mengisahkan tentang pertarungan The Ranger Corps melawan Ursas dengan hubungan ayah dan anak.
7. Green Lantern

Foto: CNN
Green Lantern disutradarai Martin Campbell dan diangkat dari semesta komik DC. Ryan Reynolds didapuk memerankan karakter pada judul itu. Green Lantern dipilih untuk menjadi anggota sebuah pasukan penjaga perdamaian antargalaksi dengan senjata cincin kuat yang menjadi kekuatan supernya. Film ini punya efek visual mengesankan dan penampilan menghibur Ryan.
Sayang, film itu gagal tampil baik di box office karena ceritanya yang kurang meyakinkan pada plot dan kedalaman emosinya. Film ini dikritik karena lebih menjadi tontonan visual dan tidak punya penawaran apa pun terhadap perkembangan karakternya. Meski dipuji atas penampilan Ryan, Green Lantern mendapatkan skor 26% di Tomatometer dan 45% skor audiens di Rottten Tomatoes.
6. Transformers: Age of Extinction

Foto: IMDb
Transformers: Age of Extinction adalah salah satu karya Michael Bay yang sangat diantisipasi tapi mengecewakan dalam kedalaman cerita. Film ini terasa datar karena durasinya yang panjang, karakter yang tidak berkembang, dan plot yang tidak logis. Film itu berkisah tentang sekelompok pahlawan baru manusia dan Autobot yang bersatu untuk melawan musuh baru.
Plotnya terasa formulaic, dan adegannya aksinya yang berlebihan tidak membantu franchise yang terasa kehabisan ide baru itu. Transformers: Age of Extinction punya skor 17% di Tomatometer dan 50% skor audiens di Rotten Tomatoes. Ini membuatnya menjadi film pengumpan box office yang ditujukan untuk sukses secara komersial dengan penekanan berlebih pada efek visual dan sedikit usaha pada cerita yang menarik.
5. The Lone Ranger

Foto: Salon.com
The Lone Ranger adalah film action western yang dibintangi Johnny Depp sebagai Comanche Tonto dan Armie Hammer sebagai Lone Ranger. Keduanya bersatu melawan American Old West dan berjuang demi keadilan. Meski meng-casting aktor populer seperti Johnny Depp di cerita yang sudah dibuat berulang kali, film ini gagal tampil baik di box office dan menerima kajian negatif baik dari kritikus maupun audiens.
Film itu menderita akibat ketidakkonsistenan tone, dan durasi yang sangat panjang. Peran Johnny sebagai seorang Native American ditandai karena salah representasi. Film itu terasa tidak yakin pada dirinya sendiri karena dikocok di antara adegan kocak dan aksi dengan adegan pembunuhan kejam terhadap orang Native American yang tidak menua dengan baik atau menjadi hiburan yang menghibur. The Lone Ranger mendapatkan skor 31% di Tomatometer dan 51% skor audiens di Rotten Tomatoes.
4. After Earth

Foto: Slash Film
After Earth punya bahan sempurna untuk pencapaian kritis dan komersial. Film itu dibintangi Will Smith dan anaknya, Jaden Smith, serta disutradarai M. Night Shyamalan. Film itu adalah science-fiction yang berlatar masa depan di mana koloni manusia di antariksa diserang Ursas yang bisa merasakan ketakutan. Film ini mengisahkan tentang pertarungan The Ranger Corps melawan Ursas dengan hubungan ayah dan anak.
Lihat Juga :