Perjalanan Panjang Kue Pie hingga Dikenal di Seluruh Dunia
Minggu, 19 Juli 2020 - 15:02 WIB
loading...
Orang-orang Mesir di zaman Neolitikum atau zaman Batu Muda menciptakan pie manis. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Anda pasti mengenal kue pie yang punya lapisan luar renyah dan agak keras namun lembut di dalam, serta memiliki rasa campuran manis dan gurih. Dihidangkan dalam keadaan dingin maupun panas, pie selalu enak.
Pie sudah ada sejak zaman Mesir Kuno. Pie terbagi menjadi dua yaitu pie manis dan pie gurih. Pie manis merupakan hidangan seperti key lime pie dan apple pie. Sedangkan pie gurih merupakan hidangan seperti quiche. Makanan yang biasa Anda santap ini pun sudah menjadi hidangan sejak sebelum tahun 2000 SM. (Baca Juga: Memburu Santapan Karuhun yang Ekslusif dan Langka di Purwakarta )
Di zaman purbakala, kebutuhan akan makanan yang bergizi, mudah disimpan, mudah dibawa, dan tahan lama dalam perjalanan panjang membuat orang kebingungan. Dulu biasanya orang-orang yang bepergian menggunakan kapal membawa tukang daging atau koki dalam perjalanan mereka. Tapi, hal ini membuat masalah lain jika mereka bepergian menggunakan kuda atau kapal yang kecil.
Karena itu, orang-orang Mesir di zaman Neolitikum atau zaman Batu Muda menciptakan pie manis. Di awal zaman itu, pie manis merupakan kue kering berbentuk pipih, bundar, yang terdiri dari kulit gandum dan di dalamnya mengandung madu.
Bentuk pie manis seperti ini akhirnya berkembang menjadi bentuk kue manis atau makanan penutup. Resep untuk pie manis maupun gurih bisa ditemukan di dinding makam Firaun Ramses II, Firaun dari Mesir dari tahun 1304 hingga 1237 SM di Lembah Para Raja.
Pie sudah ada sejak zaman Mesir Kuno. Pie terbagi menjadi dua yaitu pie manis dan pie gurih. Pie manis merupakan hidangan seperti key lime pie dan apple pie. Sedangkan pie gurih merupakan hidangan seperti quiche. Makanan yang biasa Anda santap ini pun sudah menjadi hidangan sejak sebelum tahun 2000 SM. (Baca Juga: Memburu Santapan Karuhun yang Ekslusif dan Langka di Purwakarta )
Di zaman purbakala, kebutuhan akan makanan yang bergizi, mudah disimpan, mudah dibawa, dan tahan lama dalam perjalanan panjang membuat orang kebingungan. Dulu biasanya orang-orang yang bepergian menggunakan kapal membawa tukang daging atau koki dalam perjalanan mereka. Tapi, hal ini membuat masalah lain jika mereka bepergian menggunakan kuda atau kapal yang kecil.
Karena itu, orang-orang Mesir di zaman Neolitikum atau zaman Batu Muda menciptakan pie manis. Di awal zaman itu, pie manis merupakan kue kering berbentuk pipih, bundar, yang terdiri dari kulit gandum dan di dalamnya mengandung madu.
Bentuk pie manis seperti ini akhirnya berkembang menjadi bentuk kue manis atau makanan penutup. Resep untuk pie manis maupun gurih bisa ditemukan di dinding makam Firaun Ramses II, Firaun dari Mesir dari tahun 1304 hingga 1237 SM di Lembah Para Raja.
Lihat Juga :