Jadi Ajang Reuni Sastra, Ini Kenangan Mahasiswa Sapardi Angkatan '84
Minggu, 19 Juli 2020 - 16:30 WIB
loading...
A
A
A
"Saya dulu tiap malam minggu pasti ke rumah beliau. Lumayan dapat kuliah tambahan, ngobrol semalam suntuk soal sejarah sastra Indonesia, Inggris, hingga musik. Itu sebabnya banyak yang kehilangan," sambung Yanusa.
Lebih lanjut Yanusa mengaku, sangat kaget saat mendengar kabar Sapardi meninggal dunia . Pasalnya, baru minggu lalu dirinya berkomunikasi dan melakukan video call dengan Sapardi melalui telepon genggam.
"Saya terakhir komunikasi minggu lalu di RS Eka. Saat itu kondisinya lemah, tapi semangat hidupnya sangat luar biasa. Makanya kaget juga pagi dapat kabar begitu," ungkapnya. (Baca Juga: UI Berduka atas Wafatnya Sapardi, sang Hujan di Bulan Juni )
Yanusa pun mengaku, sempat terlibat kerja kreatif bersama dengan dosennya itu. Pekerjaan tersebut yakni Pekan Apresiasi Sastra 88, cikal bakal Musikalisasi Puisi. Saat itu, dirinya menjabat sekretaris Sapardi.
Seperti diberitakan, Sapardi meninggal dunia tadi pagi sekira jam 09.17 WIB di Eka Hospital BSD pada usia 80 tahun. Sapardi meninggal karena mengalami penurunan fungsi organ.
Lebih lanjut Yanusa mengaku, sangat kaget saat mendengar kabar Sapardi meninggal dunia . Pasalnya, baru minggu lalu dirinya berkomunikasi dan melakukan video call dengan Sapardi melalui telepon genggam.
"Saya terakhir komunikasi minggu lalu di RS Eka. Saat itu kondisinya lemah, tapi semangat hidupnya sangat luar biasa. Makanya kaget juga pagi dapat kabar begitu," ungkapnya. (Baca Juga: UI Berduka atas Wafatnya Sapardi, sang Hujan di Bulan Juni )
Yanusa pun mengaku, sempat terlibat kerja kreatif bersama dengan dosennya itu. Pekerjaan tersebut yakni Pekan Apresiasi Sastra 88, cikal bakal Musikalisasi Puisi. Saat itu, dirinya menjabat sekretaris Sapardi.
Seperti diberitakan, Sapardi meninggal dunia tadi pagi sekira jam 09.17 WIB di Eka Hospital BSD pada usia 80 tahun. Sapardi meninggal karena mengalami penurunan fungsi organ.
(tsa)
Lihat Juga :