Bedes, Panggilan Akrab Sapardi Djoko Damono pada Mahasiswanya
Minggu, 19 Juli 2020 - 20:00 WIB
loading...
A
A
A
Rumah Sapardi pun seperti markas. Kepada para tamunya, baik yang sudah dikenal maupun belum, Sapardi sangat terbuka. Dia juga tidak segan berbagi ilmu dengan mereka. Termasuk dengan yang lebih muda.
"Saya dulu tiap malam Minggu pasti ke rumah beliau. Lumayan dapat kulaih tambahan, ngobrol semalam suntuk soal sejarah sastra Indonesia, Inggris, hingga musik. Itu sebabnya banyak yang kehilangan," ujar Yanusa. (Baca Juga: Sapardi Djoko Damono Wafat karena Penurunan Fungsi Organ )
Bahkan dalam beberapa proses kreatif, sosok bersahaja itu tidak sungkan untuk bekerja bareng dengan mahasiswanya. Hal inilah yang membuat Sapardi menjadi cepat akrab.
"Saya dulu pernah terlibat kerja bersama beliau. Saat itu Pekan Apresiasi Sastra 88, cikal bakal Musikalisasi Puisi. Saat itu, saya yang menjadi sekretarisnya. Ya, terlibat sangat jauh," kenang Yanusa.
Saat ini Sapardi telah pergi. Jenazahnya pun telah dimakamkan. Keluarga, saudara, dan para kerabat kompak mengurus kepergian sang guru tercinta. Selamat jalan!
"Saya dulu tiap malam Minggu pasti ke rumah beliau. Lumayan dapat kulaih tambahan, ngobrol semalam suntuk soal sejarah sastra Indonesia, Inggris, hingga musik. Itu sebabnya banyak yang kehilangan," ujar Yanusa. (Baca Juga: Sapardi Djoko Damono Wafat karena Penurunan Fungsi Organ )
Bahkan dalam beberapa proses kreatif, sosok bersahaja itu tidak sungkan untuk bekerja bareng dengan mahasiswanya. Hal inilah yang membuat Sapardi menjadi cepat akrab.
"Saya dulu pernah terlibat kerja bersama beliau. Saat itu Pekan Apresiasi Sastra 88, cikal bakal Musikalisasi Puisi. Saat itu, saya yang menjadi sekretarisnya. Ya, terlibat sangat jauh," kenang Yanusa.
Saat ini Sapardi telah pergi. Jenazahnya pun telah dimakamkan. Keluarga, saudara, dan para kerabat kompak mengurus kepergian sang guru tercinta. Selamat jalan!
(tsa)
Lihat Juga :