Sapardi Djoko Damono di Mata Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid
Minggu, 19 Juli 2020 - 22:01 WIB
loading...
Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Hilmar Farid hadir di rumah duka almarhum Sapardi Djoko Damono di Ciputat, Tangerang Selatan, Minggu (19/7). Foto/SINDOnews/Hasan Kurniawan
A
A
A
TANGERANG SELATAN - Di antara eks mahasiswa Prof. Dr. Sapardi Djoko Damono , tampak Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Hilmar Farid.
Mengenakan kemeja hitam dengan lengan digulung, Hilmar yang rambutnya sudah mulai memutih itu tampak setia menemani kepergian Sapardi di Eka Hospital BSD, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten.
Sosok Sapardi sangat berkesan bagi Hilmar. Menurutnya, Sapardi seperti buku yang tidak pernah akan selesai dibaca. Dia juga sumber mata air sastra yang tidak akan kering. (Baca Juga: Sapardi Dikenang sebagai Ilmuwan dan Sastrawan Tanpa Jarak )
"Peninggalan beliau karya yang seperti sumur nggak ada dasarnya. Itu peninggalan beliau yang sangat fenomental. Saya pernah dapat kesempatan belajar langsung dari beliau," kata Hilmar kepada SINDOnews, Minggu (19/7) sore.
Sebagai sastrawan, Sapardi terkenal ramah. Pembawaannya juga hangat. Almarhum tidak pernah membedakan orang yang menimba ilmu kepadanya, termasuk pada anak muda.
Mengenakan kemeja hitam dengan lengan digulung, Hilmar yang rambutnya sudah mulai memutih itu tampak setia menemani kepergian Sapardi di Eka Hospital BSD, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten.
Sosok Sapardi sangat berkesan bagi Hilmar. Menurutnya, Sapardi seperti buku yang tidak pernah akan selesai dibaca. Dia juga sumber mata air sastra yang tidak akan kering. (Baca Juga: Sapardi Dikenang sebagai Ilmuwan dan Sastrawan Tanpa Jarak )
"Peninggalan beliau karya yang seperti sumur nggak ada dasarnya. Itu peninggalan beliau yang sangat fenomental. Saya pernah dapat kesempatan belajar langsung dari beliau," kata Hilmar kepada SINDOnews, Minggu (19/7) sore.
Sebagai sastrawan, Sapardi terkenal ramah. Pembawaannya juga hangat. Almarhum tidak pernah membedakan orang yang menimba ilmu kepadanya, termasuk pada anak muda.
Lihat Juga :