Sapardi Dikenang sebagai Ilmuwan dan Sastrawan Tanpa Jarak
Minggu, 19 Juli 2020 - 19:01 WIB
loading...
Almarhum Sapardi Djoko Damono. Foto/IG @damonosapardi
A
A
A
DEPOK - Kehilangan sosok besar seperti Sapardi Djoko Damono juga dirasakan Direktur Kemahasiswaan Universitas Indonesia (UI) Devie Rahmawati. Devie bahkan pernah memiliki kenangan ketika menjadi mahasiswanya.
“Salah satu momen yang paling membahagiakan ketika 10 tahun lalu menjadi mahasiswi di Fakultas Ilmu Budaya UI, ialah kebanggaan dapat belajar di dalam ekosistem yang melahirkan tokoh seperti Prof. Sapardi Djoko Damono,” kata Devie pada Minggu (19/7).
Di mata kerabat, Sapardi adalah sosok yang sangat ramah. Walaupun menyandang nama besar, namun Sapardi tak dikenal sebagai sosok yang jumawa. “Sebagai seorang ilmuwan sekaligus sastrawan, beliau tidak pernah membangun jarak dengan siapapun,” kenangnya. (Baca Juga: Jadi Ajang Reuni Sastra, Ini Kenangan Mahasiswa Sapardi Angkatan '84 )
Devie menuturkan, karya-karya sastra Sapardi memiliki ciri bahasa yang lugas, cerdas, dan mewakili rasa. Tak heran jika karya almarhum mampu menembus batasan usia dan membuat banyak kalangan merasa dekat dengan sosok yang bersahaja ini.
“Pemikiran hingga kelakar beliau selalu beriringan dengan situasi kekinian. Tak heran, ketika tahun 2017 mengundang beliau membahas tentang cinta, para milenial bersuka cita berteriak “Aku Ingin”, menikmati diskusi bersamanya,” cerita Devie.
“Salah satu momen yang paling membahagiakan ketika 10 tahun lalu menjadi mahasiswi di Fakultas Ilmu Budaya UI, ialah kebanggaan dapat belajar di dalam ekosistem yang melahirkan tokoh seperti Prof. Sapardi Djoko Damono,” kata Devie pada Minggu (19/7).
Di mata kerabat, Sapardi adalah sosok yang sangat ramah. Walaupun menyandang nama besar, namun Sapardi tak dikenal sebagai sosok yang jumawa. “Sebagai seorang ilmuwan sekaligus sastrawan, beliau tidak pernah membangun jarak dengan siapapun,” kenangnya. (Baca Juga: Jadi Ajang Reuni Sastra, Ini Kenangan Mahasiswa Sapardi Angkatan '84 )
Devie menuturkan, karya-karya sastra Sapardi memiliki ciri bahasa yang lugas, cerdas, dan mewakili rasa. Tak heran jika karya almarhum mampu menembus batasan usia dan membuat banyak kalangan merasa dekat dengan sosok yang bersahaja ini.
“Pemikiran hingga kelakar beliau selalu beriringan dengan situasi kekinian. Tak heran, ketika tahun 2017 mengundang beliau membahas tentang cinta, para milenial bersuka cita berteriak “Aku Ingin”, menikmati diskusi bersamanya,” cerita Devie.
Lihat Juga :