Demi si Buah Hati, Jangan Tunda Vaksin Anak
Senin, 20 Juli 2020 - 13:16 WIB
loading...
A
A
A
Pneumonia adalah penyebab kematian balita nomor satu di Indonesia. Adapun vaksin rotavirus bertujuan mencegah diare akibat rotavirus. Diare merupakan penyebab kematian balita nomor dua di Indonesia. Nah, di masa pandemik ini Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan beberapa vaksin untuk mencegah Covid-19, salah satunya vaksin influenza.
Dikatakan dr. Theressia Handayani, meski bukan untuk mencegah Covid19, namun tetap perlu diberikan. Sebab komplikasi terberat dari Covid-19 adalah pneumonia (radang paru). “Maka itu dianjurkan untuk melengkapi semua vaksin yang berhubungan dengan pneumonia seperti PCV, influenza, PCV, MMR, Hib, dan vaksin Campak,” urai vaksinator ini dalam kesempatan yang berbeda.
Mitos lain yang dipercayai adalah, tidak boleh vaksin bagi anak yang batuk, pilek, atau minum obat. Diluruskan oleh dr. Caessar, kondisi batuk pilek ringan tanpa demam bukanlah kontraindikasi untuk vaksinasi. “Dokter akan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu untuk memastikan anak tidak berada dalam kondisi penyakit berat,” ujarnya. (Baca juga: Pertama di Arab, Pesawat Antariksa UEA Melesat ke Mars)
Sebagian besar obat-obatan, termasuk antibiotik, tidak mempengaruhi potensi vaksin. Namun, bila anak mendapatkan pengobatan yang bersifat menekan imunitas untuk jangka waktu lama maka dokter akan menunda pemberian vaksin. Anggapan bahwa vaksin tidak dapat diberikan apabila sudah terlambat dari jadwal juga tidak tepat.
Vaksin tetap dapat disusulkan apabila terlambat, karena anak belum memiliki kekebalan dari vaksin tersebut. Pemberian vaksin yang sifatnya serial juga tidak perlu mengulang dari awalapabila ada yang terlambat.
Vaksinasi selama Pandemi COVID-19
Dikatakan dr. Theressia Handayani, meski bukan untuk mencegah Covid19, namun tetap perlu diberikan. Sebab komplikasi terberat dari Covid-19 adalah pneumonia (radang paru). “Maka itu dianjurkan untuk melengkapi semua vaksin yang berhubungan dengan pneumonia seperti PCV, influenza, PCV, MMR, Hib, dan vaksin Campak,” urai vaksinator ini dalam kesempatan yang berbeda.
Mitos lain yang dipercayai adalah, tidak boleh vaksin bagi anak yang batuk, pilek, atau minum obat. Diluruskan oleh dr. Caessar, kondisi batuk pilek ringan tanpa demam bukanlah kontraindikasi untuk vaksinasi. “Dokter akan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu untuk memastikan anak tidak berada dalam kondisi penyakit berat,” ujarnya. (Baca juga: Pertama di Arab, Pesawat Antariksa UEA Melesat ke Mars)
Sebagian besar obat-obatan, termasuk antibiotik, tidak mempengaruhi potensi vaksin. Namun, bila anak mendapatkan pengobatan yang bersifat menekan imunitas untuk jangka waktu lama maka dokter akan menunda pemberian vaksin. Anggapan bahwa vaksin tidak dapat diberikan apabila sudah terlambat dari jadwal juga tidak tepat.
Vaksin tetap dapat disusulkan apabila terlambat, karena anak belum memiliki kekebalan dari vaksin tersebut. Pemberian vaksin yang sifatnya serial juga tidak perlu mengulang dari awalapabila ada yang terlambat.
Vaksinasi selama Pandemi COVID-19
Lihat Juga :