Demi si Buah Hati, Jangan Tunda Vaksin Anak
Senin, 20 Juli 2020 - 13:16 WIB
loading...
Foto/dok
A
A
A
JAKARTA - Sampai detik ini masih banyak orang yang menolak atau menunda vaksin dengan berbagai alasan. Tidak sedikit yang termakan mitos yang beredar. Seperti apa?
Ada banyak informasi yang beredar di masyarakat terkait vaksin. Padahal informasi tersebut tidaklah benar atau hanya mitos. Sayangnya, mitos ini diyakini oleh orang yang menolak vaksin atau sering disebut sebagai antivaksin. Dalam kegiatan Live Webinar RS Pondok Indah Group Bertema Pentingnya Vaksin Untuk Anak, dibahas berbagai mitos yang selama ini ada di masyarakat.
Yang pertama adalah perihalvaksinasi dapat menyebabkan autisme. Hoax mengenai kaitan vaksin MMR dengan autisme bermula dari penelitian seorang dokter bedah bernama Wakefield dengan hanya18 sampel di tahun 1998 dan sudah dibongkar sejak 2011. Berbagai penelitian lain yang lebih sahih dan melibatkan sampel jauh lebih besar membuktikan tidak ada kaitan vaksin MMR dengan autisme.
“Kemungkinan, usia pemberian vaksin MMR (sekitar 1 tahun) bertepatan dengan usia di mana gejala-gejala autisme mulai tampak, sehingga seolah-olah berkaitan,” terang dr. Caessar Pronocitro, Sp. A, M. Sc, Dokter Spesialis Anak - RS. Pondok Indah Bintaro Jaya.
Mitos lain berhubungan dengan vaksinasi tidak wajib. Karena tidak wajib maka tidak penting diberikan. Padahal masing-masing vaksin mencegah penyakit yang berbeda. (Baca: Gizi Buruk Masih Terjadi, Termasuk di Kawasan Penyangga Ibu Kota Ini)
Sebagian vaksin juga sudah disubsidi oleh pemerintah, sehingga lebih dikenal, seperti Hepatitis B, BCG, polio, DPT kombo, dan campak. Namun, bukan berarti vaksin lain tidak penting. Vaksin PCV misalnya, bermanfaat untuk mencegah peradangan paru-paru (pneumonia) dan peradangan selaput otak (meningitis).
Ada banyak informasi yang beredar di masyarakat terkait vaksin. Padahal informasi tersebut tidaklah benar atau hanya mitos. Sayangnya, mitos ini diyakini oleh orang yang menolak vaksin atau sering disebut sebagai antivaksin. Dalam kegiatan Live Webinar RS Pondok Indah Group Bertema Pentingnya Vaksin Untuk Anak, dibahas berbagai mitos yang selama ini ada di masyarakat.
Yang pertama adalah perihalvaksinasi dapat menyebabkan autisme. Hoax mengenai kaitan vaksin MMR dengan autisme bermula dari penelitian seorang dokter bedah bernama Wakefield dengan hanya18 sampel di tahun 1998 dan sudah dibongkar sejak 2011. Berbagai penelitian lain yang lebih sahih dan melibatkan sampel jauh lebih besar membuktikan tidak ada kaitan vaksin MMR dengan autisme.
“Kemungkinan, usia pemberian vaksin MMR (sekitar 1 tahun) bertepatan dengan usia di mana gejala-gejala autisme mulai tampak, sehingga seolah-olah berkaitan,” terang dr. Caessar Pronocitro, Sp. A, M. Sc, Dokter Spesialis Anak - RS. Pondok Indah Bintaro Jaya.
Mitos lain berhubungan dengan vaksinasi tidak wajib. Karena tidak wajib maka tidak penting diberikan. Padahal masing-masing vaksin mencegah penyakit yang berbeda. (Baca: Gizi Buruk Masih Terjadi, Termasuk di Kawasan Penyangga Ibu Kota Ini)
Sebagian vaksin juga sudah disubsidi oleh pemerintah, sehingga lebih dikenal, seperti Hepatitis B, BCG, polio, DPT kombo, dan campak. Namun, bukan berarti vaksin lain tidak penting. Vaksin PCV misalnya, bermanfaat untuk mencegah peradangan paru-paru (pneumonia) dan peradangan selaput otak (meningitis).
Lihat Juga :