Main Video Game Bermanfaat dalam Pengembangan Kognitif
Selasa, 14 April 2020 - 14:44 WIB
loading...
A
A
A
Semua sukarelawan duduk di depan layar dan diuji dengan tugas blink (kecenderungan pengamat terfokus untuk berkedip yaitu saat gagal mendaftar, stimulus visual jika muncul begitu cepat setelah stimulus sebelumnya yang memproses kognitif pertama belum selesai).
Semakin besar kecenderungan relawan untuk berkedip, semakin jarang ia menekan tombol yang benar ketika salah satu dari dua target muncul di layar, yang artinya semakin buruk ia melakukan keseluruhan tugas.
"Kami menemukan bahwa para pemain League of Legend ahli mengungguli pemula dalam tugas ini. Para ahli kurang rentan terhadap efek blink, mendeteksi target lebih akurat dan lebih cepat. Seperti yang ditunjukkan oleh P3b mereka yang lebih kuat, memberikan sumber daya kognitif yang lebih perhatian untuk setiap target," kata rekanan penulis Dr Weiyi Ma, Asisten Profesor dalam Pengembangan Manusia dan Ilmu Keluarga dari University of Arkansas, Amerika Serikat.
"Hasil kami menunjukkan bahwa pengalaman jangka panjang dari aksi game strategi real time mengarah pada peningkatan perhatian selektif visual temporal. Gamer ahli menjadi lebih efektif dalam mendistribusikan sumber daya kognitif yang terbatas antara target visual yang berurutan," jelas penulis lain, Dr Tiejun Liu.
"Kami menyimpulkan bahwa permainan seperti itu bisa menjadi alat yang kuat untuk pelatihan kognitif," tambah Liu.
Semakin besar kecenderungan relawan untuk berkedip, semakin jarang ia menekan tombol yang benar ketika salah satu dari dua target muncul di layar, yang artinya semakin buruk ia melakukan keseluruhan tugas.
"Kami menemukan bahwa para pemain League of Legend ahli mengungguli pemula dalam tugas ini. Para ahli kurang rentan terhadap efek blink, mendeteksi target lebih akurat dan lebih cepat. Seperti yang ditunjukkan oleh P3b mereka yang lebih kuat, memberikan sumber daya kognitif yang lebih perhatian untuk setiap target," kata rekanan penulis Dr Weiyi Ma, Asisten Profesor dalam Pengembangan Manusia dan Ilmu Keluarga dari University of Arkansas, Amerika Serikat.
"Hasil kami menunjukkan bahwa pengalaman jangka panjang dari aksi game strategi real time mengarah pada peningkatan perhatian selektif visual temporal. Gamer ahli menjadi lebih efektif dalam mendistribusikan sumber daya kognitif yang terbatas antara target visual yang berurutan," jelas penulis lain, Dr Tiejun Liu.
"Kami menyimpulkan bahwa permainan seperti itu bisa menjadi alat yang kuat untuk pelatihan kognitif," tambah Liu.
(tsa)
Lihat Juga :